0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jembatan Gantung Tegalgede Karanganyar Kritis

Jembatan gantung Tegalgede (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar —  Jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Tegalrejo, Tegalgede dengan Jalan RM Said Karanganyar kritis. Jembatan sepanjang 20 meter dan lebar 2 meter itu rawan ambrol. Pasalnya sebagian besar material jembatan lapuk di makan usia. Dikhawatirkan jika tidak segera diperbaiki akan jatuh korban terperosok

“Jembatan itu pindahan dari Jatipuro pada tahun 1960-an. Sampai sekarang belum ada perbaikan dan papan kayunya berlubang di sana-sini. Dulu pernah ada ibu-ibu terperosok di lubang papan,” kata Suparno (60) warga RT 01/RW VI Tegalgede, Karanganyar Kota kepada wartawan, Rabu (19/11).

Koordinator Lingkungan (Korling) Tegalgede, Martanta mengakui perbaikan jembatan belum total. Sejauh ini hanya dilakukan tambal sulam saja untuk mengganti papan lintasan yang terbuat dari kayu. Menurutnya, meski tidak terlalu vital namun masih banyak yang menggunakannya. Jika tidak segera diperbaiki dikhawatirkan korban terperosok akan semakin banyak.

“Mungkin karena sudah ada jembatan yang lebih kuat, jadi jembatan gantung dibiarkan begitu. Setiap jam berangkat dan pulang sekolah selalu ramai dilewati anak-anak,” katanya.

Terkait kondisi jembatan itu, pihak Kelurahan Tegalgede sebatas menampung aspirasi warga untuk kemudian disampaikan ke Pemkab Karanganyar. Pantauan wartawan jembatan gantung Tegalgede hanya bisa dilewati satu sepeda motor atau sepeda angin karena bidang lintasan terbatas. Warga juga harus ekstra waspada melangkah karena kayu papan lintasan melapuk dan sudah berlubang di beberapa titik. Di musim penghujan, penggunaan jembatan gantung tetap diandalkan kendati papan lintasannya licin.

Staf Kelurahan Tegalgede, Ponco Aris Nanto mendeteksi jembatan itu rapuh sejak puluhan tahun silam. Saat itu, dirinya sering memanfaatkannya untuk menyingkat waktu menuju ke sekolah.

“Kalau tidak melewati jembatan gantung, anak sekolah harus memutar. Dari DPU pernah menjajaki rencana renovasi, namun sampai sekarang belum terealisasi. Paling-paling hanya dicat ulang,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge