0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dampak Kenaikan BBM

Angkutan Umum Minta Penetapan Tarif Baru

Angkot di Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dikeluhkan sejumlah kalangan. Pengemudi angkutan umum yang paling banyak mengeluhkan kenaikan ini. Mereka mendesak Pemkab Karanganyar segera menetapkan tarif dasar yang disesuaikan dengan kenaikan BBM

“Saat ini masih bingung, mau menaikkan tarif balum tahu dasarnya, kalau nggak dinaikkan kami bisa rugi,” kata Suparmin, salah satu pengemudi angkutan umum yang ditemui wartawan, Rabu (19/11).

Suparmin menambahkan, sebelum kenaikan BBM, tarif angkutan umum dari Karanganyar Kota ke Palur sebesar Rp 3.500. Namun naiknya harga BBM membuat sejumlah sopir berinisiatif menaikkan tarif Rp 500 menjadi Rp 4.000.

“Ini inisiatif kami sendiri karena pemkab belum menentukan, kalau nggak naik kami bisa tekor,” katanya.

Terpisah, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Karanganyar, Tri Haryadi mengatakan kenaikan tarif mutlak dilakukan agar tidak merugi namun seberapa besar kenaikan masih dalam taraf pembahasan dengan pihak-pihak
terkait. “Kenaikan harus dilakukan, namun besarannya harus di bahas secara matang biar tak ada yang dirugikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Nunung Susanto mengatakan kenaikan tarif merupakan sesuatu yang wajar akibat kenaikan BBM. Namun saat ini pihak-pihak terkait sedang melakukan pembahasan untuk menentukan tarif yang pas sesuai kenaikan tarif BBM.

“Prediksinya kenaikan mencapai 10 persen dari tarif normal,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge