0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Organda Mogok, Truk Tentara dan Polisi Dikerahkan

Mobil SatpolPP mengangkut penumpang yang mayoritas anak sekolah (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri —┬áRabu (19/11) pagi. angkutan umum yang tergabung dalam Organda Wonogiri mogok massal. Sejak pukul 06.00 WIB, tumpukan antrian penumpang terjadi di beberapa titik. Mereka yang terdiri dari PNS, karyawan swasta, pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum yang akan bepergian terkatung-katung di tepi jalan.

.Polres Wonogiri, Kodim 0728/Wonogiri, Pemkab Wonogiri pun langsung menerjunkan puluhan armadanya untuk mengangkut penumpang. Sejumlah warga pengguna transportasi umum pun mengeluh dan terpaksa tidak beraktivitas.

Polres Wonogiri sendiri menerjunkan 42 unit kendaraan, sementara Pemkab menurunkan beberapa bus serta armada milik Satpol PP. Demikian juga Dinas Sosial juga mengerahkan dua unit truk. Tak ketinggalan Kodim 0728/Wonogiri mengerahkan puluhan armadanya.

Truk dan bus dan mobil bak terbuka milik instansi itu sejak pagi tadi dikerahkan untuk mengangkut penumpang. Antrian penumpang di Wonogiri terkonsentrasi di beberapa titik, di antaranya halte bus Agraria dan depan Pasar Ngadirojo.

“Penumpang-penumpang dari arah Solo yang bertujuan ke luar kota Wonogiri Kota semisal Purwantoro, Baturetno, Pacitan (Jatim) dan sebaliknya tertahan di Kecamatan Ngadirojo. Penumpang dari arah Solo dan sebaliknya diturunkan di sini,” ungkap Giarto, salah seorang tukang ojek yang biasa mangkal di depan Pasar Ngadirojo, Rabu (19/11).

“Semua armada bus yang mengangkut penumpang baik dari dan ke Solo diturunkan dan diberhentikan di Terminal Ngadirojo,” imbuhnya.

Pantauan Timlo.net di lapangan, armada yang dikerahkan instansi di Wonogiri hanya mengangkut penumpang dengan tujuan dalam kota Wonogiri saja. Sementara penumpang dengan tujuan luar Wonogiri seperti Solo terpaksa terkatung-katung, dan bahkan mereka pun mengurungkan niatnya untuk bekerja.

Seperti salah seorang karyawan perbankan di Solo ini, sejak pukul 06.00 WIB dia menunggu bus yang kerap ia tumpangi hingga Solo, namun tak ada satupun bus jurusan Solo beroperasi. Terpaksa ia pun mengurungkan niat untuk bekerja.

“Sebenarnya kalau kita nekad berangkat kerja itu bisa, tapi riskan jika nanti pulangnya, pasalnya belum tentu ada angkutan balik menuju Wonogiri,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge