0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BBM Naik, Sopir Taksi dan Angkuta Ngeluh

Sopir taksi mengeluhkan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo – Sejumlah sopir taksi dan angkutan umum mengeluhkan sikap pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Pasalnya selain memberatkan biaya operasional juga dirasa akan mempersulit kondisi rakyat kecil.

Sopir Taksi Mahkota Ratu, Ari mengatakan pasca dinaikan harga BBM oleh pemerintah omsetnya turun hingga 50 persen. Hal itu karenabanyak yang beralih ke jasa transportasi yang lain. “Mungkin banyak yang takut naik taksi karena beranggapan harganya pasti lebih mahal sehingga menggunakan transportasi lain. Padahal hingga saatini kita masih menggunakan tarif lama,”ujarnya kepada Timlo.net, Selasa (18/11).

Ia menuturkan kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM bersubsidi dianggapnya tidak berpihak kepada rakyat kecil. Mengingat dampak negatif lain yang akan ditimbulkan. “Tidak dinaikan saja kita sudah kesulitan untuk mencukupi kebutuhan seharai-hari apalagi saat ini dinaikan hingga Rp 2 ribu. Karena pasti biaya lain juga akan ikut merangkak naik.” ungkapnya.

Ditambahkan, meskipun pemerintah sejak hari Selasa pukul 00.00 WIB sudah memberlakukan harga BBM yang baru namun pihaknya masih belum menaikan tarif  lantaran masih belum ada instruksi dari perusahaan tempatnya bekerja. “Kondisi ini yang justru memperparah kita. Padahal biaya operasionalnya meningkat namun kita masih disuruh menggunakan tarif lama,” keluhnya.

Senada, sopir Angkuta 02, Kirman menyampaikan, kondisi saat ini hanya akan mempersulit para sopir angkutan kota yang memiliki penghasilan rendah. “Kita belum menaikan harga saja sudah sepi penumpang apalagi jika kita dipaksa menaikan tarif,” ungkapnya.

Ia mengaku untuk tarif yang digunakanya saat ini masih menggunakan yang lama. Dimana untuk jurusan dari Terminal Tirtonadi ke Pasar Klewer Rp 5 ribu, Terminal – Pasar Legi Rp. 3 ribu dan  anak sekolah Rp2 ribu untuk segala jurusan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge