0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Organda Mogok, Pengusaha Bus Batalkan Carteran

ilustrasi (Timlo.net - Setyo)

Wonogiri – Beredarnya surat edaran DPP Organda menginstruksikan pada Rabu (19/11) mulai jam 06.00 WIB hingga 18.00 WIB semua moda angkutan darat, khususnya pelat kuning mogok beroperasi menyisakan dilema tersendiri. Pasalnya, sejumlah jadwal carteran terpaksa harus dibatalkan.

Tak ayal, hal ini membuat konsumen menjadi gerah lantaran pembatalan dilakukan secara mendadak. Salah satu pengusaha bus antarkota dalam provinsi (AKDP) di Wonogiri, mengaku dengan adanya surat edaran itu, dirinya terpaksa membatalkan jadwal carteran untuk studi banding ke Surabaya oleh sebuah yayasan.

“Terpaksa jadwal carteran kami batalkan setelah tadi sore ada edaran dari DPP Organda dan juga dari hasil rapat DPC Organda Wonogiri. Ya harus bagaimana lagi, wong sudah menjadi kesepakatan,” ungkap Hendro, pemilik PO Hage melayani rute Baturetno-Solo ini.

Sementara saat disinggung kenaikan tarif tiket bus, Hendro mengatakan, dirinya selaku anggota Organda taat dan patuh terhadap hasil rapat. Sikap pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar 40 persen dinilai kalangan pengusaha otobus sangat memberatkan. Pasalnya, selama ini minat penumpang bus mulai berkurang, seiring meningkatnya jumlah armada transportasi massal.

“Wong tidak dinaikkan tarifnya saja tidak ada penumpang, apalagi dinaikkan tarifnya, tambah sepi jadinya,” kata Hendro.

Dihubungi terpisah, Mulyadi, pemilik bus antarkota antarprovinsi (AKAP) PO Tunggal Dara menambahkan, adanya aksi mogok massal, dia memilih mengikuti arus saja. Mulyadi juga mengaku membatalkan sejumlah jadwal perjalanan wisata sedianya dilakukan Rabu (19/11).

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge