0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mahasiswa Solo Tolak Kenaikan BBM

Mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Solo turut menyatukan suara menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Selasa (18/11) (Dok. Timlo.net/Heru Murdhani)

Solo – Mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Solo turut menyatukan suara menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Selasa (18/11). Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan aspirasinya dengan melakukan pembakaran ban bekas dan memblokir Jl Jendral Sudirman.

Peserta aksi mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Soloraya, terdiri dari gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (BEM UNS), Himpunan Mahasiswa Indonesia dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Dalam aksinya, mereka menuntut pemerintah mencabut kebijakan kenaikan harga BBM. Aksi berlangsung di bundaran Gladak Solo itu dilanjutkan dengan long march menuju balaikota untuk menemui Walikota Solo Hadi Rudyatmo.

Namun sayang, mahasiswa tak berhasil menemui walikota lantaran sedang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta. Mereka hanya ditemui Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo.

“Kami akan terus menyuarakan penolakan ini. Kami akan menggelar aksi serupa yang lebih besar dan akan membuat posko keprihatinan atas kebijakan pemerintah ini,” ungkap koordinator aksi, Eko Pujianto.

Sementara, Achmad Purnomo seusai menemui perwakilan aksi menyatakan, pemerintah Kota Solo telah berupaya maksimal untuk bisa melakukan peninjauan kembali terhadap kebijakan itu.

“Walikota Solo adalah salah satu yang bersikap menolak, namun kami juga tidak bisa berbuat banyak jika memang sudah diputuskan. Sekarang yang bisa kami lakukan adalah meminimalisasi dampak kenaikan ini, sehingga inflasi tidak begitu tinggi dan harga-harga kebutuhan pokok tidak naik terlalu tajam,” ujarnyanya.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge