0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PDIP Terbitkan Buku Putih Baru

Usai Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), antrean kendaraan bermotor terjadi di Kabupaten Klaten. Salah satunya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Danguran, Klaten Selata (Dok. Timlo.net/Aditya)

Timlo.net – PDIP berbalik arah mendukung pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Dalam 1-2 hari kedepan, partai berlambang kepala banteng moncong putih ini menerbitkan buku putih jilid II.

Sekretaris Fraksi PDIP DPR Bambang Wuryanto mengatakan, buku putih itu akan diluncurkan dalam dua hari ke depan. Isinya, terkait dengan jumlah hitungan APBN yang membuat pemerintah Jokowi harus menaikkan harga BBM.

“Sikap resmi PDIP sudah akan diluncurkan di buku putih, dua hari lagi,” ujar Bambang, Selasa (18/11).

Bambang mengakui jika dulu PDIP juga punya buku putih menolak kenaikan BBM. Namun, yang ditolak dulu adalah argumentasi SBY menaikkan BBM.

“Dulu Fraksi PDIP menolak, yang kita tolak adalah argumentasinya, lewat buku putih,” kilah dia.

Bambang mengungkapkan, isi buku putih itu terkait dengan hitung-hitungan pihaknya soal kenapa BBM harus naik.

“Itu argumentasi hasil riset fraksi sendiri, kita menghitung dengan cara kita,” kata Bambang.

Bambang sedikit menjabarkan jika saat ini negara mengalami defisit anggaran capai Rp 108 triliun. Meskipun sudah ditutupi dari sisa anggaran dan penghematan lain, hal itu tak cukup menutup defisit.

Oleh sebab itu, kenaikan BBM mau tidak mau harus dilakukan oleh pemerintah Jokowi-JK. Dia menampik jika kenaikan BBM karena PDIP tak lagi mengutamakan rakyat miskin.

“Jangan dikatakan PDIP anti rakyat miskin,” pungkasnya. [cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge