0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kecam Kenaikan BBM, Mahasiswa Solo Tutup Jalan Jensud

(dok.timlo.net/daryono)

Solo – Keputuan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) per Selasa (17/11) dinihari mendapat respon mahasiswa Solo. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Alinasi Mahasiswa Solo (AMS) menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM, Selasa (17/11).

Aksi mahasiswa dari BEM UNS, PMII, HMI, GMNI, KAMMI itu dimulai dari Bundaran Gladak pukul 09.30 WIB. Mahasiswa membentuk lingkaran menutup sebagian jalan sambil membakar ban.  Setelah berorasi beberapa saat di depan Patung Slamet Riyadi, mahasiswa kemudian bergerak melewati Jl Jenderal Sudirman (Jensud) menuju depan Balaikota. Di depan Balaikota, massa membentuk lingkaran sehingga membuat akses Jl Jensud dari Gladak tertutup.
Polisi yang berjaga kemudian memilih menutup jalan dan mengalihkan kendaraan. Massa berorasi sambil menunggu Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo keluar menemui mahasiswa.

Koordinator Aksi, Ahmad Rodif Hafidz mengatakan mahasiswa menyatakan Presiden Jokowi telah mengingkari janjinya
untuk tidak menaikkan harga BBM. Selain itu, alasan yang disampaikan pemerintah masih sama sejak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Dari dulu alasan menaikkan harga BBM ini masih ajeg karena APBN defisit. Kenyataannya defisit itu bukan karena subsidi BBM tetapi karena korupsi yang dilakukan mafia migas,” ujarnya kepada wartawan di sela aksi.

Setelah ditunggu beberapa saat, Wakil Walikota Acmad Purnomo akhirnya menemui mahasiswa. Pak Pur, sapaan akrab Wawali Solo mewakili Walikota FX Hadi Rudyatmo yang sedang berada di Jakarta. Pak Pur menyatakan, Walikota FX Hadi Rudyatmo sudah sejak awal menyatakan menolak kenaikan harga BBM. Dengan demikian, sikap Pemkot Solo sejalan dengan apa yang disampaikan mahasiswa.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge