0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Besok, Angkutan Pelat Kuning Mogok Massal

Bus AKAP (Ilustrasi). (Dok.TImlo.net/ Nanang Rahadian)

Solo – Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2000 perliter kontan menuai reaksi masyarakat. Kalangan pelaku usaha tergabung dalam Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) pun menyambut dingin keputusan itu. Mereka berencana menghentikan sementara operasional angkutan pelat kuning, Rabu (19/11) besok.

Sikap demikian, menurut Ketua Organda Solo, Joko Suprapto sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah menaikkan BBM bersubsidi, termasuk solar. Rencananya stop operasi armada angkutan dimulai nanti malam jam 00.00 WIB.

“Stop operasi ini merupakan ajakan DPP Organda. Instruksi sementara dari Sekjen, kalau nggak ada perubahan (dari pemerintah) diharapkan satu hari saja untuk besok. Kalau pemerintah nggak merespon juga kemungkinan bisa berlanjut,” bebernya, saat ditemui wartawan di Kantor Organda Solo, Selasa (18/11).

Sore ini, pihak Organda Solo tengah merapatkan barisan guna mempersiapkan aksi. Sejumlah pengurus dan anggota mengadakan pertemuan di kantor setempat, kompleks Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Solo.

Joko Suprapto berharap stop operasi besok bisa diikuti seluruh anggota Organda mulai dari operator bus kota, bus antarkota dalam provinsi (AKDP), bus antarkota antarprovinsi (AKAP), angkutan kota, taksi hingga armada angkutan barang. Saat ini jumlah armada pelat kuning di Solo mencapai 1600 unit lebih.

“Tuntutan kami, Organda nggak setuju BBM naik. Kalau naik silakan, tapi Organda dapat subsidi. Terserah pemerintah subsidinya seperti apa, itu bergantung pemerintah,” tegas dia.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge