0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Organda Mau Mogok, Ignasius Jonan Santai

()

Timlo.net – Kementerian Perhubungan menanggapi dingin rencana Organisasi Angkutan Darat (Organda) yang akan menggelar aksi mogok sebagai respons atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Organda disarankan mempertimbangkan kembali rencana itu menggunakan akal sehat.

“Saya imbau semua pihak berkepala dingin, angkutan umum BBM angkutannya naik, praktiknya tidak mudah distorsinya besar. Apapun alasannya setiap adanya kenaikan tarif, karena kenaikan tarif perbaikan layanan,” ujar Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (18/11).

Jonan cuek dengan ancaman Organda menggelar aksi mogok. Sebab, pemerintah tidak akan dirugikan. Justru sebaliknya, pengusaha angkutan yang menanggung kerugian.

“Ancaman mogok bukan membebankan atau mempersulit pemerintah tapi dia (Organda) tinggalkan pelanggan, spiritnya pelayanan jauh,” ucapnya.

Dalam pandangannya, Organda lebih baik mengutamakan perbaikan pelayanan daripada melakukan aksi mogok.

“Apapun alasannya setiap adanya kenaikan tarif, karena kenaikan tarif perbaikan layanan, konsentrasi penting semua operator kendaraan, organda, begitu juga dengan airlines, kereta api, laut. Kenaikan, operasinya harus semakin efisien pelayanan menyertai kenaikan tarif,” jelas dia.

Jonan memberi penjelasan, kenaikan harga BBM dapat menghemat anggaran negara hingga lebih dari Rp 100 triliun. Dana sebesar itu bisa dialihkan ke sektor yang lebih produktif.

“Ini tantangan bersama, subsidi Rp 300 triliun lebih baik dimanfaatkan produktif, infrastruktur, waduk, jalan raya, jaminan sosial,” ungkapnya. [noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge