0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BBM Naik, Harga Sembako Masih Stabil

Atmo sedang melayani pembeli di kiosnya di kompleks Pasar Tegalgede, Selasa (18/11) (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Hari pertama pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ternyata belum berpengaruh terhadap harga-harga di sejumlah pasar tradisional di Karanganyar. Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok (Sembako) seperto telur, minyak gores dan beras masih stabil dan belum mengalami kenaikan.

“Ini barang stok kemarin, Saya belum kulakan lagi sehingga masih dengan harga lama. Belum tahu kalau besok. Ikut saja lah nanti bagaimana,” ujar Atmo (50) salah seorang pedagang sembako di Pasar Tegalgede, Karanganyar kepada wartawan, Selasa (18/11).

Atmo mengakui ada kenaikan harga beberapa komoditas, namun hal itu bukan karena pengaruh naiknya harga BBM namun lebih karena stok yang terbatas.

“Misalnya untuk telor, sekitar Rp 17 ribu per kilogram. Lalu minyak goreng eceran Rp 9.700 per kilogram, itu juga naik hanya beberapa perak saja. Kalau beras per kilogram Rp 8.200 itu pun karena musim kemarau kemarin,” urai Atmo.

Sementara itu, Wasih, pedagang kacang yang berlokasi tak jauh dari kios Atmo kenaikan harga BBM belum banyak dirasakan sehingga harga jual kacang pun masih belum mengalami kenaikan.

“Tetap saya jual per kilogram Rp 10 ribu. Stok lama juga masih. Namun belum kalau pas kulakan

Sementara itu, terkait penetapan harga baru BBM tersebut Bupati Karanganyar Juliyatmono telah meminta kepada PT Pertamina agar suplai kebutuhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilakukan secara proporsional. Pasalnya, ia tak menginginkan warganya kian terbeban akibat kelangkaan di tengah situasi naiknya harga BBM tersebut.

“Kita perlu menggerakkan pola hidup hemat, sebab efisiensi energi dibutuhkan. Kita mengharapkan SPBU menjaga stok supaya jangan sampai berkurang,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge