0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

970 Penari Meriahkan HUT Karanganyar ke-97

(Ilustrasi) Tari Kolosal (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Acara puncak peringatan HUT Karanganyar yang ke-97 diramaikan dengan pagelaran drama tari kolosal Perjuangan Raden Mas Said dimainkan oleh 970 penari asal Kabupaten Karanganyar di Alun-alun Kota, Selasa (18/11). Tari kolosal yang menggambarkan kisah perjuangan Raden Mas Said yang kelak akan menjadi raja di Pura Mangkunegaran dengan gelar Mangkunegara I.

Menurut koreografer drama tari kolosal Perjuangan Raden Mas Said, Ari Kuntarto tidak mudah memadukan hampir seribu orang dalam satu pertunjukan tari . Apalagi dengan latar belakang seniman yang beragam Ari yang dibantu Lili Setyawati ini memang  mengandalkan potensi seniman lokal profesional maupun amatir asal PNS Karanganyar maupun peserta didik usia SD sampai SMA. Dari ratusan penari ini, tim mengutamakan peran 15 penari inti yang menyokong cerita serta penokohan.

“Sempat dikhawatirkan akan terjadi lagi kisruh peralihan adegan. Tapi ternyata bisa diantisipasi sejak awal. Pada saat latihan gladi, peralihan adegan sampai diulang dua kali. Yang biasanya gerakan mengikuti gending, kini dibalik,” jelas Ari Kuntarto kepada wartawan usai pagelaran, Selasa (18/11).

Ari menambahkan, dirinya membutuhkan waktu dua bulan untuk mempersiapkan tarian ini. Sedangkan durasi tarian tidak lebih dari 25 menit.  Drama tari kolosal ini mengambil alur maju kisah Pangeran Sambernyawa bertemu Nyi Ageng Karang di Padepokan Nglano, dimana tokoh protagonis ini membantunya melawan penjajah

“Banyaknya pemain memang menyulitkan dalam koordinasi, namun semuanya dapat kita lewati dengan mulus,” katanya.

Sementara itu, Bupati Juliyatmono mengatakan, makna perjuangan tokoh pendiri Karanganyar tersebut perlu diteladani. Bersama-sama membangun Karanganyar yang lebih baik

Tiji tibeh, mukti siji mukti kabeh. Artinya gugur satu gugur semua, sejahtera satu sejahtera semua. Hidup ini tidak boleh boleh pesimis. Harus membangkitkan etos kerja. Sedangkan program pemerintah harus realistis,” kata Juliyatmono.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge