0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Di Sidang, Pencuri Terseksi di Dunia Minta Maaf Atas Kejahatannya

Stephanie Beaudoin. (Dok: Timlo.net/ Daily Mail.)

Timlo.net—Mahasiswi keperawatan yang disebut pencuri terseksi di dunia oleh para pengguna internet meminta maaf atas kejahatan yang telah dilakukan setelah mengaku bersalah untuk serangkaian dakwaan yang bisa membuat dia dipenjara hingga bertahun-tahun.

Stephanie Beaudoin, 21, tampil di pengadilan, Selasa (18/11) di Victoriaville, Quebec, Kanada untuk menghadapi tuduhan melakukan 114 kejahatan terpisah termasuk pencurian dan memiliki senjata api tanpa izin.

Tapi wanita yang sempat menjadi sensasi internet setelah fotonya mengenakan bikini tersebar di berbagai situs, mengakui bahwa dia bersalah dan siap menghadapi hukuman. Pengacaranya berkata bahwa dia siap mengaku bersalah terhadap sekitar 30 tuduhan untuk kesepakatan di mana mereka meminta jaksa penuntut untuk membatalkan sisa tuntutan. Di depan kru media yang hadir di persidangan hari ini, Beaudoin, menggunakan Bahasa Perancis berkata, “Ya, saya menyesali aksi-aksi saya.”

Dia berkata kepada La Nouvelle Union: “Saya bertindak tanpa berpikir dan di waktu yang buruk. Saya menanggung akibat-akibatnya saat ini, yang merupakan hal yang wajar terjadi.”

Walaupun masih belum jelas berapa lama hukuman yang akan dia terima, tapi jaksa penuntut berkata bahwa keputusan pengadilan akan diberikan pada 9 Desember mendatang. Hukuman maksimal untuk kejahatannya adalah seumur hidup di penjara.

Pihak berwenang di Kanada percaya bahwa Beaudoin dengan tiga rekannya yang masih di bawah umur berusia 13,15 dan 17 masuk paksa ke rumah-rumah di kawasan Athabaska dan Maple, Kanada.

Para rekannya yang masih di bawah umur sedang menjalani sidang di pengadilan untuk anak di bawah umur di Kanada.

Mahasiswi keperawatan dan kaki tangannya itu masuk paksa ke rumah-rumah melalui pintu belakang atau jendela basement. Dia menghadapi tuntutan terhadap kejahatan masuk rumah tanpa izin, menerima barang curian, juga secara ilegal memiliki dan menyimpan sembilan senjata api.

Polisi menemukan sembilan senjata api itu di bagian belakang mobil Mitsubishi Lancer putih Stephanie.

Pengacaranya, Denis Lavigne berkata: “Saya pikir, dengan informasi yang saya miliki, dia melakukan kejahatannya ini setelah melalui masa depresi.”

Pengadilan sendiri akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi mental Stephanie saa dia melakukan kejahatannya tersebut.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge