0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Upacara HUT Karanganyar, Semua Serba Jawa

(Ilustrasi) Pejabat Pemkab Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Ribuan orang yang terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Karanganyar, TNI, Polri, organisasi masyarakat, pelajar dan warga dengan khidmat mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-97 Karanganyar, Selasa (18/11).

Upacara dilaksanakan di Alun-alun Kabupaten Karanganyar. Ada yang berbeda saat upacara kali ini, Semua peserta upacara berpakaian adat Jawa. Bagi para peserta upacara laki-laki wajib memakai beskap growong lengkap dengan kerisnya. Sedangkan bagi peserta upacara perempuan menggunakan kain kebaya lengkap. Tak hanya cara berpakaian yang bernuansa tradisional, tata cara maupun aba-aba dalam upacara pun dilakukan dengan bahasa Jawa.

Usai upacara, Bupati Karanganyar Juliyatmono menjelaskan, pemakaian busana tradisional Jawa tersebut bertujuan nguri-uri atau memelihara budaya Jawa.  “Seluruh peserta upacara termasuk SKPD wajib memakai pakaian adat Jawa sebagai bentuk nguri-uri budaya Jawa,” paparnya.

Juliyatmono menambahkan, dengan bertambahnya usia Kabupaten Karanganyar yang tidak muda lagi ini, dirinya berharap masyarakat Karanganyar semakin bertambah dewasa dalam menyikapi semua persoalan.

“Program-program pembangunan yang saya rancang belum banyak yang terlaksana, saya berharap tahun- tahun selanjutnya akan lebih banyak program yang terlaksana bagi kesejahteraan warga Karanganyar,” terangnya.

Terpisah, Supriyanto, salah satu peserta upacara mengatakan walaupun terasa gerah karena harus menggunakan pakaian adat jawa saat mengikuti upacara, dirinya merasa senang dan bangga bisa menjalankannya. Lebih lanjut Supriyanto berharap agar ke depan Karanganyar lebih maju dan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik. “Semoga pelayanan masyarakat lebih ditingkatkan,” ujarnya.

Dalam upacara tersebut juga ditampilkan drama tari kolosal Perjuangan Raden Mas Said yang dimainkan sempurna oleh 970 penari asal Kabupaten Karanganyar di Alun-alun Kota. Drama ini merupakan kisah perjuangan Raden Mas Said atau
Pangeran Samber Nyawa sang pendiri Karanganyar dalam melawan penjajah Belanda.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge