0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dampak Kenaikan BBM

Tarif Bus Wonogiri Langsung Naik 40 Persen

Sutardi, pemilik PO Tunggal Daya, ()

Wonogiri — Dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi otomatis membuat harga barang-barang maupun kebutuhan ikut merangkak naik.

Seperti diumumkan Presiden Jokowi, mulai Selasa (18/11) pukul 00.00 WIB, harga premium naik dari Rp 6.500/lt menjadi Rp 8.500/lt. Sedang solar, dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500/lt.

Dengan adanya kenaikan BBM tersebut, sejumlah pengusaha otobus khususnya bus Antar Kota Antar Propinsi(AKAP) yang melayani rute Jakarta-Wonogiri kini mulai menaikkan tarif pulang pergi (PP). Sebelum ada kenaikan, tarif Jakarta-Wonogiri berkisar Rp 145 ribu. Mulai hari ini, tiket tersebut dinaikkan menjadi Rp 165 ribu.

“Kita mulai hari ini juga akan menaikkan tarif tiket untuk jurusan Jakarta-Wonogiri,” ungkap Sutardi, pemilik PO Tunggal Daya, di Ngadirojo, Wonogiri, Selasa (18/11).

Menurutnya, kenaikan harga tiket baru untuk jurusan Jakarta-Wonogiri sudah diberlakukan mulai hari ini. Kenaikan berkisar Rp 20 ribu atau naik sekitar 40 persen.

“Kenaikan sebesar itu, kita baru menghitung kalkulasi kenaikan bahan bakar solar saja, sementara untuk kebutuhan lain-lainnya kita belum menghitung,” katanya.

Dikatakan, selama ini dalam satu unit bus melayani rute Jakarta-Wonogiri sekali jalan atau pulang pergi (PP) membutuhkan biaya bahan bakar sekitar Rp 1 juta. Dengan adanya kenaikan harga solar dari harga Rp 5.000 menjadi Rp 7.500 /lt otomatis biaya konsumsi solar juga meningkat. Tak menutup kemungkinan, kenaikan harga BBM juga memicu kenaikan harga sparepart mobil.

“Kalau kita tidak ikut menaikkan tarif, dengan harga solar sekarang hitungan kita juga tidak nuntut (menutup biaya operasional —Red),” kilahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge