0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Stok Berkurang, Harga Cabai Merangkak Naik

Pedagang cabai di pasar (Dok. Timlo.net/Setyo)

Solo – Sejumlah barang komoditas seperti cabai dan sayuran lainnya di pasar tradisional mulai merangkak naik. Hal itu disebabkan minimnya stok dari petani lantaran musim kemarau berkepanjangan baberapa waktu lalu.

Pedagang cabe di Pasar Legi, Santo, mengatakan harga cabai sejak beberapa pekan terakhir terus merangkak naik. Stok dari petani juga turun.

“Jika sebelumnya saya membeli cabai 50 kilogram, saat ini hanya bisa membeli 30 kilogram. Hal itu karena stok dari petani juga berkurang,” ujarnya kepada wartawan, Senin (17/11).

Hasil pantauan di Pasar Legi, kenaikan terjadi pada cabai rawit merah dari sebelumnya Rp 38 ribu perkilogram, saat ini menjadi Rp 44 ribu perkilogram. Cabai merah besar dari Rp 35 ribu perkilogram menjadi Rp 44 ribu perkilogram, Cabai rawit putih dari Rp 32 ribu perkilogram menjadi Rp 48 ribu perkilogram, Cabai hijau dari Rp11 ribu perkilogram menjadi Rp13 ribu perkilogram serta cabai merah keriting dari Rp 35 ribu perkilogram menjadi Rp 52 ribu perkilogram.

Sementara itu, pedagang sayur, Wiwid juga mengatakan hal serupa. Harga sayur-mayur saat ini mulai merangkak naik. Kondisi ini membuat para pedagang bingung, mengingat permintaanya banyak sementara barangnya terbatas.

“Minimnya stok barang membuat harga merangkak naik. Selain itu karena kondisi hujan banyak barang yang kurang bagus,” keluhnya.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge