0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Larangan Siswa Bawa Motor, Orang Tua Diminta Dilibatkan

Pelajar naik motor tanpa helm, bahkan ada yang naik di atap bus. (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Solo – Jajaran Komisi IV DPRD Solo meminta pemerintah kota (Pemkot) setempat tak hanya melarang pelajar membawa motor ke sekolah, namun juga memikirkan solusinya. Hal itu disampaikan Komisi IV menyikapi wacana Pemkot menggiatkan larangan pelajar membawa motor ke sekolah. Wakil rakyat pun meminta wali murid dilibatkan terkait kebijakan ini.

Ketua Komisi IV, Hartanti, mengatakan kenyataan di lapangan tidak semua orang tua bisa mengantar anaknya ke sekolah. Selain faktor kesibukan, anak-anak bersekolah di beberapa sekolah lokasinya berjauhan.

“Sebenarnya wacana itu bagus untuk perlindungan keselamatan pelajar agar anak-anak di bawah umur tidak sembarangan mengendarai motor. Kalau wacana itu diterapkan harus ada solusi. Minimal ada bus sekolah atau angkutan sekolah. Tidak semua orang tua bisa mengantar anak dengan alasan kesibukan. Belum lagi kalau anaknya dua. Apakah harus bolak-balik pergi,” katanya kepada wartawan, Senin (17/11).

Jika wacana itu betul-betul diterapkan, sambung Hartanti, Pemkot juga perlu mengajak bicara orang tua siswa terkait pemberlakukan kebijakan itu. Pasalnya, orang tua lah antinya paling terdampak dari kebijakan larangan penggunaan motor bagi pelajar itu.

“Harus dikaji, solusi yang pas seperti apa. Terutama orang tua murid harus dilibatkan,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Solo, Umar Hasyim, mengatakan Pemkot perlu memikirkan angkutan memadai bagi pelajar. Pemkot tak bisa hanya mengandalkan keberadaan Batik Solo Trans (BST).

“Transportasi khusus pelajar ini tidak bisa dilayani dengan BST lantaran BST kan baru tiga koridor. Banyak jalur sekolah yang tidak dilalui BST,” ujarnya.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge