0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Soal BBM, Buruh Tak Puas Jawaban Dewan

Pelayanan BBM (premium) di SPBU (dok.merdeka.com)

Sukoharjo – Pemerintah berencana menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akhir 2014 ini. Rencana itupun disikapi para buruh di Sukoharjo dengan mengadukan nasib mereka ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Namun rupanya para buruh tak puas dengan jawaban wakil rakyat.

Ketua Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) salah satu pabrik tekstil di Sukoharjo, Sukarno mengatakan, dampak kenaikan harga BBM bersubsidi sangat dikeluhkan para buruh. Pasalnya, upah minimum kabupaten (UMK) hendak ditetapkan nanti masih menggunakan indikator harga sebelum BBM naik.

“Dampaknya pasti sangat dirasakan kaum buruh. Dengan menggunakan indikator KHL (kebutuhan hidup layak) pada masa sebelum BBM naik, pasti sangat memberatkan buruh. Sehingga kami ke sini meminta agar UMK ditambah sedikitnya 20 persen dari usulan Rp 1,2 juta,” ungkap Sukarno, usai mengikuti hearing di kantor DPRD Sukoharjo, Senin (17/11).

Ditambahkan Sukarno, dari hasil hearing itu, pihak buruh mengaku tak puas atas sikap anggota dewan. Pihaknya menilai jawaban dewan masih belum jelas dan disangsikan bisa membela kaum buruh. Pasalnya, dewan hanya menyampaikan, menampung keluhan buruh dan meneruskan kepada pemerintah.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge