0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penertiban Jualan di Trotoar, PKL Klaten Risau

PKL Klaten saat didatangi Satpol PP (Dok. Timlo.net/Aditya)

Klaten – “Sudah sekitar tiga puluh tahun saya menggantungkan hidup dengan berjualan durian. Bukanya setiap jam sembilan pagi sampai sembilan malam. Kalau diusir dari sini, keluarga saya mau makan apa?,” ucap Sutari (57), usai didatangi petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten dan Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Senin (17/11).

Kepada Timlo.net, warga Beteng, Jatinom, sehari-hari berjualan durian di Jalan Andalas, Sidowayah, Klaten itu mengaku risau dan pasrah setelah mendapatkan peringatan lisan dari petugas. Pasalnya jika besok tidak pindah, maka lapak duriannya bakal diangkut petugas.

“Mau bagaimana lagi, ya besok terpaksa saya pindah, tapi masih di seputaran jalan ini, tepatnya di halaman rumah warga. Satu hal yang penting, saya tidak berjualan di atas trotoar,” ujar Sutari.

Bukannya bermaksud tidak menghargai pemerintah dalam menegakkan peraturan, lanjut Sutari, sebagai wong cilik juga ingin diperhatikan dalam mencari rezeki. Minimal jika direlokasi, dia berharap pemerintah memberikan tempat strategis agar pelanggannya tahu keberadaannya.

“Dulu juga pernah diusir dan pindah jualan ke dekat Stadion Trikoyo Klaten, tapi ternyata tidak laku, sehingga balik lagi ke sini. Lantaran para pelanggan tidak tahu kalau kami berpindah tempat,” lanjut Sutari, perempuan paruh baya beranak delapan dengan sembilan cucu ini.

Kerisauan serupa juga disampaikan salah seorang pedagang kaki lima di Jalan Bali, Parno. Ia mengaku masih bingung harus pindah ke mana. Pasalnya surat peringatan dari Satpol PP Klaten itu diterimanya pada 10 November 2014 lalu.

Dalam surat itu, pedagang diminta mengosongkan lokasi berjualan dalam jangka waktu tujuh hari setelah surat dikirimkan. Apabila pedagang tidak pindah, Satpol berencana menertibkan dengan upaya paksa.

“Belum ada gambaran mau pindah ke mana karena suratnya mendadak. Padahal saya sudah berjualan di sini sejak 16 tahun lalu. Kami juga sudah ke Disperindagkop dan UMKM Klaten, namun katanya belum ada rencana relokasi finalnya,” ucap Parno.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge