0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Manager BMT BUM Klaten Jadi Tersangka

Kantor BMT Bina Usaha Mandiri Klaten dipasang police line (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten —  Manager Baitul Malwa Tamwil (BMT) Bina Usaha Mandiri (BUM) Klaten, Sri Sadinu (50) warga Desa Bakalan, Ceper, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Klaten.

Hal itu disampaikan Kasatreskrim Polres Klaten AKP Fachrul Sugiarto, di sela-sela gelar perkara polisi gadungan, Senin (17/11). “Setelah menyerahkan diri, Minggu (9/11) lalu, Sri Sadinu warga Desa Bakalan, Kecamatan Ceper resmi kami tetapkan menjadi tersangka. Ia bakal dijerat dengan UU perbankan dan pasal 378 KUHP,” ungkapnya.

AKP Fachrul menjelaskan, Sri Sadinu telah melanggar UU No.10/1998 tentang Perbankan. Pasalnya BMT BUM  yang beralamat di Tegal Blateran, Kelurahan Kabupaten, Klaten Tengah, ini justru menghimpun uang warga layaknya perbankan.

“Sebagai sebuah koperasi, BMT BUM seharusnya tidak boleh menghimpun dana di luar anggota. Apalagi menawarkan program berupa tabungan dan deposito,” jelasnya, kepada Timlo.net.

Selain UU Perbankan, imbuh Fahrul, tersangka juga bakal dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. “Saat ini kami terus memeriksa sejumlah saksi, baik karyawan BMT maupun korban yang melapor. Hal itu penting untuk mengetahui jumlah korban dan kerugian yang dialami para nasabah seluruhnya,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan nasabah yang berasal dari Pasar Induk Kota Klaten melaporkan para penggelola BMT BUM kepada Polres Klaten. Pasalnya lembaga keuangan itu sudah empat hari tidak operasional, dan para nasabah tidak bisa menarik uangnya dari BMT BUM.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge