0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bakrie Building Industries Genjot Produksi Dua Kali Lipat

Ilustrasi proyek bangunan (Timlo.net - Khalik)

Solo – Pelaku industri bahan bangunan terkemuka, PT Bakrie Building Industries (BBI) bertekad memperbesar kapasitas produksi dalam tiga tahun. Keseriusan perseroan menjadi tuan rumah di negeri sendiri inipun dibuktikan dengan komitmen menggenjot produksi hingga dua kali lipat atau naik seratus persen dari semula.

Era pasar bebas ASEAN, diakui Chief Executive Officer (CEO) BBI, Yogi Pratomo Widhiarto menjadi salah satu alasan perseroan memacu kinerja bisnis. BBI berkeinginan baik dari segi kapasitas, keanekaragaman produk maupun kualitas senantiasa ada peningkatan.

“Untuk itu dalam waktu tiga tahun, sebenarnya sudah dilakukan sejak 2012 kami sudah persiapkan untuk masuk ke pasar ekonomi ASEAN terbuka. Kami coba rancang untuk paling tidak dari kesiapan jumlah produksi akan meningkat dua kali lipat sampai 2015,” paparnya, saat ditemui di Novotel Solo, baru-baru ini.

Saat ini kapasitas produksi ada di angka 310 ribu ton pertahun. Pada 2015 diharapkan bisa meningkat setidaknya hingga 480 ribu ton. Terkait capaian produksi ini, operasional BBI telah didukung enam mesin dan tahun depan rencananya ditambah satu unit mesin lagi.

Adapun guna merealisasikan ambisi besar itu, manajemen perseroan rela menginvestasikan dana tak sedikit. Yogi Pratomo Widhiarto menyebut nilai investasi digelontorkan mencapai Rp 1,2 triliun untuk tiga tahun.

“Investasi itu dibagi dalam tahunan. Tahun pertama dan kedua, masing-masing Rp 300 miliar, sedangkan tahun ketiga lompat Rp 600 miliar,” urai dia.

Sementara untuk sumber pendanaannya sendiri ada beberapa alternatif, di antaranya lewat optimalisasi aset perseroan, pembiayaan perbankan ataupun opsi-opsi pendanaan lain. Dalam hal ini bisa dilakukan melalui penerbitan surat berharga, obligasi maupun masuk di pasar modal.

Belakangan BBI memang berupaya mempertajam pasar di Tanah Air seperti di wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan khususnya Lampung dan Palembang.

“Jadi itu yang kami coba kuatkan dulu dalam tiga tahun ini supaya market-nya bisa kami jaga. Dengan begitu harapannya agar tidak diintervensi pemain dari luar. Ini karena kalau kita lihat contohnya di Sumatera itu pemain dari luar bisa masuk dengan mudah. Produk-produk Malaysia, Thailand itu bisa masuk dengan mudah,” beber Yogi Pratomo Widhiarto.

BBI sendiri sejauh ini dikenal sebagai salah satu pemimpin pasar bahan bangunan di Indonesia. Produk garapannya antara lain atap semen fiber, langit-langit (plafon) dan partisi serta produk berbasis metal untuk atap berwarna.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge