0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Pekanbaru Suka Handphone Replika

Salah satu counter handphone di Pasar Singosaren (Dok. Timlo.net/Heru Murdhani)

Timlo.net – Ada harga, ada rupa. Namun apa daya, saat kantong tak mampu membeli barang asli, pilihan jatuh ke barang tiruan alias replika.

Di Pekanbaru, Riau, penjualan handphone (HP) replika meniru merek-merek terkenal cukup laris manis. Jika mata tak jeli, sulit membedakan antara handphone asli dengan replika karena secara kasat mata sangat mirip. Model paling laris adalah Samsung seri S4, Note 3, iPhone 5, iPhone 6 dan beberapa handphone kelas premium harganya di atas Rp 5 juta.

Saat merdeka.com mengunjungi Senapelan Plaza, banyak HP replika dijual di tempat ini.

“Para konsumen, khususnya remaja di Pekanbaru ini lebih banyak memberi Samsung Note 3, S4, dan iPhone yang replika daripada yang aslinya karena murah. Jauh beda harga dengan yang original-nya,” ujar Andy, salah seorang penjual HP dan gadget di Senapelan Plaza Pekanbaru, Minggu (16/11).

Selain HP replika, penjual di Senapelan Plaza ini juga menyediakan handphone dari distribusi tak resmi alias black market atau kerap disebut barang BM.

“Kalau HP BM itu biasanya HP Blackberry. Harganya murah juga, tapi tidak ada garansinya. Kalau Samsung adanya barang replika garansi seminggu,” ujar Andy lagi.

Baik HP replika maupun HP BM, para penjual mendapatkannya dari seorang pengusaha HP ilegal. Pengusaha itu memesan barang dari Batam, provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dikenal sebagai kota elektronik.

“Semua HP replika dan BM itu dari Batam, setahu saya dikirim melalui perairan,” katanya lagi.

Perbedaan harga juga cukup jauh antara barang replika, BM, dengan aslinya. Samsung Note 3 original di atas Rp 7 juta, dibuat replika dengan harga cukup terjangkau oleh pembeli.

“Note 3 yang replika harganya Rp 1,5 juta, kalau S4 replika itu Rp 1,2 juta,” ujar Alex, saat ditanya merdeka.com di konter HP lainnya.

Meski peredaran handphone replika ini marak, hingga kini belum ada tindakan aparat. Apalagi para pemilik mereka asli tidak mengadukan kasus ini ke pihak berwenang. [bal]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge