0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembatasan Investasi Asing Dinilai Rugikan Petani Hortikultura

Kebun Benih Hortikultura Tohudan, di Kecamatan Colomadu, Karanganyar, memperbanyak tanaman pepaya jenis California (Kalina) (dok.timlo.net/nanang rahardian)

Timlo.net – Pembatasan investasi asing berlaku surut di bisnis perbenihan dinilai bisa merugikan 10 juta petani hortikultura. Ini membuat pasar perbenihan di Tanah Air hanya dikuasai segelintir pemain lokal saja.

“Pembatasan investasi di hulu pada undang-undang hortikultura akan membuat industri di hilir tidak berkembang, sehingga pada akhirnya akan merugikan, bahkan mematikan para petani,” kata Ketua Bidang Konsultasi dan Advokasi Dewan Hortikultura Nasional, Toni Kristiantono, seperti dikutip Antara, Minggu (16/11).

Indonesia, menurutnya memiliki kurang dari sepuluh perusahaan benih hortikultura lokal terintegrasi. Dengan adanya pembatasan investasi berlaku surut, dipastikan investor asing merelokasi bisnis perbenihannya ke negara lain.

Jika ini terjadi, petani kesulitan mendapatkan varietas unggul tanaman hortikultura, sehingga volume produksi terancam menurun. Atas dasar itu, kelompok petani mengajukan uji material Undang-undang No13 Tahun 2010 tentang Hortikultura.

“Kalau panen petani terpaksa gigit jari karena harganya jatuh di pasar, sedangkan untuk masuk ke industri kuotanya tidak mencukupi. Ini menjadi dilema kalau undang-undang tersebut diteruskan,” kata Toni Kristiantono.

Dirinya mengaku ikut membidani lahirnya beleid itu. Namun, dia tak tahu ada pasal membatasi investasi asing dan berlaku surut di sektor benih. Ini bertentangan dengan semangat Presiden Joko Widodo justru mengundang investor asing masuk ke Indonesia.

“Pembatasan investasi asing sebesar 30 persen hanya bisa dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada usaha kecil dan menengah dengan penjualan di bawah Rp 50 miliar,” ujar Toni Kristiantono. [yud]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge