0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Naskah Kuno Perpustakaan Masjid Agung Didigitalisasi

Naskah Kuno (Dok. Timlo.net/Khalik)

Solo – Pihak Keraton Kasunanan Solo berencana mendigitalisasi naskah kuno selama ini tersimpan di Masjid Agung. Hal itu menyusul banyaknya naskah kuno rusak lantaran dimakan rayap.

Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Solo, Kanjeng Pangeran (KP) Edi Wirabumi, mengatakan beberapa koleksi naskah kuno peninggalan Paku Buwono (PB) X mengalami kerusakan. Kerusakan itu bervariasi, namun paling banyak disebabkan rayap masuk ke tempat penyimpanan naskah kuno.

“Selain usianya yang sudah lama, naskah kuno peninggalan PB X ini banyak diserang rayap. Jadi, kami berencana untuk melakukan digitalisasi,” katanya, baru-baru ini.

Terkait tempat penyimpanan naskah kuno di Masjid Agung, Edi Wirabumi mengatakan, sebenarnya tempat penyimpanan telah terbilang baik, yakni di dalam almari dan terkunci rapat. Namun sayang, almari itu terbuat dari kayu dan bersentuhan langsung dengan dinding tembok. Sehingga rayap dengan mudah menyerang naskah.

“Kalau dilihat dari depan sebenarnya tak ada masalah, namun ketika diambil, di bagian belakang kitab sudah hampir habis dimakan rayap. Kurang lebih 35 persen naskah yang di makan rayap,” terang Edi Wirabumi.

Sejauh ini, pihaknya hanya memberikan antisipasi supaya kerusakan naskah kuno tidak semakin parah. Dalam hal ini dengan cara memberikan obat antirayap dan melakukan pengecekan terhadap sejumlah naskah kuno.

“Ya untuk sementara waktu, mungkin akan kami beri dulu obat antirayap. Selain memindahkan naskah ke tempat yang lebih aman, saya berharap kepada pengelola juga aktif melakukan pengecekan dan pembersihan naskah,” harap Edi Wirabumi.

Disinggung kesiapan digitalisasi, dirinya mejelaskan, baik dari segi hardware maupun software telah siap. Bahkan, ada beberapa pihak menawarkan untuk melakukan digitalisasi naskah kuno.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge