0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Digelontor Rp 1,2 Miliar, Panwaslu Anggap Anggaran Belum Ideal

Coblosan Pilkada (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Solo – Keberatan terhadap anggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) tak hanya datang dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat menerima Rp 1,2 miliar juga merasa anggaran itu belum ideal.

Ketua Panwaslu Solo, Sri Sumanta, mengatakan idealnya kebutuhan anggaran Panwaslu untuk Pilkada sebesar Rp 1,4 miliar. Alokasi anggaran Rp 1,2 miliar dalam APBD 2015 hanya cukup untuk membayar honor personil Panwaslu dan perangkatnya di kecamatan hingga tempat pemungutan suara (TPS).

“Operasional seperti sewa kantor dan kendaraan, belum tercakup,” katanya kepada wartawan, Minggu (16/10).

Disampaikan Sri Sumanta,, honor Panwaslu pun sudah dibuat seminimal mungkin dan tidak sepenuhnya mengacu pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) 1/2014 tentang Pilkada. Dicontohkan, honor Panwaslu hanya diperhitungkan 12 bulan dengan nilai total honor sebesar Rp 900 juta. Jika mengacu pada Perppu, masa kerja Panwaslu kota semestinya 13 bulan.

Selain pengawas di tingkat kecamatan dan kelurahan, Perppu juga mengamanatkan adanya pengawas di tiap TPS. Pengawas ini memiliki masa kerja satu bulan. Asumsinya dibutuhkan minimal seribu pengawas.

“Dengan asumsi honornya Rp 400 ribu perpengawas, maka kebutuhannya Rp 400 juta. Dana itu kami ajukan penambahan, tetapi kemudian hanya disepakati Rp 200 juta,” ujar Sri Sumanta.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge