0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Razia Pelajar Bawa Motor Kembali Digalakkan

Pelajar naik motor tanpa helm, bahkan ada yang naik di atap bus. (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Solo – Walikota Solo Hadi Rudyatmo meminta instansi terkait kembali melakukan razia terhadap pelajar di bawah umur nekat membawa sepeda motor ke sekolah. Razia itu untuk memastikan larangan siswa membawa sepeda motor berjalan efektif.

“Dalam minggu ini kami minta diadakan penertiban kembali. (kebijakan) ini bukan melarang anak-anak itu naik sepeda motor, tidak. Namun lebih menyintai dan menyayangi anak-anak ini dari risiko kecelakaan,” kata Rudy, panggilan akrab walikota, saat ditemui wartawan di sela pemberian bantuan traffic cone kepada 21 sekolah di area car free day (CFD) Jl Slamet Riyadi, Minggu (16/10).

Menurut Rudy, saat ini banyak pelajar belum berusia 17 tahun nekat mengendarai sepeda motor ke sekolah. Hal itu jelas melanggar undang-undang lalu-lintas mengatur pengendara sepeda motor harus berusia minimal 17 tahun, dibuktikan dengan kepemilikan surat izin mengemudi (SIM).

Ironisnya, lanjut Rudy, orang tua siswa justru ikut menyalahkan Pemkot melarang siswa ke sekolah mengendarai sepeda motor dengan alasan pemerintah belum menyediakan transportasi umum secara baik.

“Saya sudah tidak menghiraukan lagi warga masyarakat yang mencaci-maki kebijakan Pemkot. Ini bagi kebaikan anak-anak yang belum memenuhi syarat. Saat saya sekolah juga sama. Kalau usia 17 tahun silakan, nggak msalah,” tegasnya.

Lebih lanjut, dalam waktu dekat, Pemkot meminta kepada kepala sekolah agar larangan penggunaan sepeda motor ke sekolah ini dijadikan indikator kedisiplinan.

“Saya minta dijadikan indikator kedisplinan. Jangan tidak ada konsekwensi. Nanti kepala sekolah akan kami kumpulkan lagi dengan dinas terkait, Satlantas, Dikpora dan Dishubkominfo agar ini ditegakkan lagi. Kepala sekolah harus tegas,” ungkap Rudy.

 

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge