0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Giliran Situs Kelahiran Rasulullah di Makkah Digusur Saudi

Masjidil Haram di Mekkah (merdeka.com)

Timlo.net – Dr Irfan Alawi tiga bulan lalu sempat mengabarkan rencana penghancuran situs sejarah kediaman dan makam Nabi Muhammad SAW di Madinah, mengabarkan proyek penggusuran lain dijalankan oleh Kerajaan Arab Saudi. Pekan lalu, bangunan kerap disebut lokasi kelahiran Rasulullah di Makkah, rata dengan tanah.

Penghancuran ini seiring rencana Negeri Petro Dollar itu memperluas Masjidil Haram agar dapat menampung lebih banyak jamaah haji. Data lembaga riset Gulf Institute membenarkan bahwa 95 persen situs berusia lebih dari seabad di dua kota suci umat Islam sudah mulai dihancurkan otoritas Saudi digantikan bangunan baru.

Mufti Agung Saudi Syekh Abdul Aziz Bin Abdullah al-Syekh tidak membantah atau membenarkan informasi itu. Namun, dia menyatakan umat sebaiknya memandang isu ini dari kepentingan Saudi supaya jamaah haji bisa beribadah lebih nyaman. Lagipula, sering terjadi praktik menjurus syirik, yakni memuja Rasul berlebihan di lokasi itu.

“Tidak ada bukti bahwa rumah dan bangunan bawah tanah itu adalah tempat kelahiran Nabi Muhammad. Sehingga dilarang bagi jamaah untuk beribadah atau berdoa di sini,” ujarnya seperti dilansir Press TV, Sabtu (15/11).

Lokasi rumah menjadi situs kelahiran nabi di sisi Barat Daya Masjidil Haram. Adapun dari informasi beredar, proyek ini sekaligus menambah mal, bukan hanya memperluas masjid.

Alawi tidak yakin keputusan ulama Saudi sudah mempertimbangkan masukan sejarawan.

Bila tempat itu dianggap keliru, mengapa kerajaan dulu membangun perpustakaan di atas ruang bawah tanah sebagai monumen. Dengan berakhirnya musim haji, Alawi khawatir tempat kelahiran Nabi Muhammad sepenuhnya hancur pada Desember mendatang.

“Tanpa ada gerakan konkret, situs itu tinggal sejarah. Saya mengusulkan kita berusaha jaga ruangan yang menjadi tempat kelahiran nabi,” ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia sudah geger saat mendengar rencana Saudi memindahkan makam Nabi Muhammad di Masjid Nabawi di Kota Madinah muncul. Proposal itu muncul dalam dokumen sepanjang 61 halaman. Disebutkan, makam nabi hendak dipindahkan ke pemakaman al-Baqi. Sisa-sisa jenazah nabi nantinya dikuburkan tanpa nisan atau tanpa identitas.

Mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi menyerukan umat Islam di seluruh dunia tegas menolak rencana itu. Bukan karena mendukung praktik syirik, melainkan situs-situs bersejarah penting untuk dijadikan saksi sejarah.

“Sebaiknya pemerintah Indonesia bisa melakukan penolakan dan juga MUI serta seluruh ulama di Indonesia,” kata Hasyim.

September lalu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sampai melobi Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. [ard]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge