0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kecelakaan Maut, Atlet Karate Tewas

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Atlet karate peraih emas PON 2012, Guntur Silo Siregar menjadi salah satu korban kecelakaan maut di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jabar. Kecelakaan terjadi saat dirinya hendak menghadiri pelatihan hak asasi manusia sebagai anggota Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Jakarta.

Guntur tewas akibat kecelakaan beruntun antara truk dengan mobil Toyota Avanza, Honda Jazz dan motor.

Menurut rekan korban, Pittor Parlindungan Hasibuan, Guntur dan keempat temannya merupakan calon anggota PBHI Jakarta, berencana akan menghadiri pelatihan keanggotaan di Puncak.

“Kebetulan ketiganya adalah teman sekantor, Guntur, Riki dan Robby Sirait. Mereka berangkat ke Puncak untuk mengikuti pelatihan sebagai calon anggota PBHI,” kata Pittor saat ditemui di RSUD Ciawi pasca kecelakaan, Sabtu (15/11).

Pittor mengatakan, kelima calon anggota PBHI Jakarta tersebut sengaja berangkat lebih awal untuk menghindari macet di Jakarta dan jalur Puncak.

“Jadi mereka berangkat sekitar jam 23.00 WIB, mereka berencana berangkat lebih awal untuk menghindari macet, karena akhir pekan jalur Puncak kerap macet,” katanya.

Ia mengatakan, Guntur berangkat bersama calon anggota PBHI yakni Riki dan Robby Sirait, serta Poltak Agustinus Sinaga selaku Kepala Advokasi PBHI dan Simon Tambunan.

“Rencananya Poltak Agustinus selaku Kepala PBHI akan menjadi pembicara dalam pelatihan itu,” kata Pittor.

Pittor mengatakan, pihak tidak menyangka kejadian tragis menimpa rombongan anggota PBHI Jakarta hingga menewaskan tiga orang calon anggotanya. Salah satunya merupakan atlet karate asal Riau.

Guntur Silo Siregar mengemudikan mobil Jazz warna putih dengan nomor polisi BM 947 TR. Ia tewas bersama dua rekannya, Riki dan Robby Sirait. Kecelakaan maut tersebut juga menewaskan dua orang lainnya.

Berdasarkan informasi dari Polres Bogor, kecelakaan beruntun yang menewaskan Guntur terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Kecelakaan itu melibatkan empat unit kendaraan dan mengakibatkan 5 korban meninggal, serta dua korban lainnya luka berat.

Kronologis kecelakaan berawal dari truk jenis Hyundai bermuatan besi dengan nomor polisi B 9301 VQA dikemudikan Dede Wawan (42) bergerak dari arah Puncak menuju Ciawi. Setibanya di tempat kejadian, kondisi jalan yang menurun dan menikung, truk oleng ke kanan hingga menyerempet bagian kanan mobil Toyota Avanza nomor polisi B 1506 XN yang datang dari arah berlawanan.

Truk kemudian menabrak kendaraan lainnya yang berada di belakang Avanza, yakni kendaraan Honda Jazz plat nomor BM 947 TR yang dikemudikan oleh Guntur Silo Siregar. Usai menabrak Honda Jazz, truk menghantam sepeda motor yang berada di belakang Jazz.

Lalu ketiga kendaraan truk, Jazz dan sepeda motor menabrak warung kelontong yang ada di sisi sebelah kanan jalan. Ketiga kendaraan berhenti bertabrakan dengan posisi akhir truk, jazz dan sepeda motor menyangkut di besi pembatas jembatan.

Korban tewas tiga orang penumpang mobil Jazz yang dikemudikan oleh Guntur, kemudian sopir truk dan pengendara sepeda motor. Sedangkan korban yang luka-luka dua orang penumpang Jazz. [eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge