0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Omset Petani Jamur Turun Tajam

Petani jamur (Timlo.net - Putra)

Sukoharjo – Musim kemarau dengan cuaca yang sangat panas beberapa waktu yang lalu mengakibatkan omset petani jamur di Polokarto, Sukoharjo turun hingga 30%. Penyebabnya, bibit jamur tidak bisa berkembang dengan maksimal dan berhasil jamur juga banyak yang kering karena kepanasan.

Salah seorang petani jamur di Desa Polokarto, Kecamatn Polokarto, Sukoharjo Budi Jatmiko mengatakan, pada suhu normal setiap 1000 bag log jamur mampu menghasilkan 1,2 kwintal. Namun pada musim panas yang lalu, banyak jamur yang kering dan hanya berhasil panen sekitar 70 sapai 80 kg.

“Kalau pada musim kemarau seperti kemarin ya berkurang sekitar 30%, ini karena panas dan kualitasnya juga menurun, tapi kalau tmbuh kembang jamur sebenarnya masih bisa diatasi, hanya saja tetap tidak maksimal,” ungkap Budi Jatmiko, Sabtu (15/11).

Dijelaskan Budi, omset petani jamur rata-rata menurun pada musim kemarau lalu. Dari rata-rata setiap bulan dirinya dan petani binaannya mampu menjual sekitar 20 ton jamur kuping basah, namun pada Oktober kemarin hanya berhasil panen sekitar 14 ton saja.

Jika per kilogram nya Rp 7000, dalam sebulan omset pria yang menekuni bisnis jamur sejak 2004 ini mencapai Rp 140 juta. Angka yang cukup fantastis ini dihasilkan dari penjualan ke hampir seluruh daerah di Indonesia.

“yang jelas hasil panen kita sudah kita pasarkan ke seluruh Pulau Jawa, bali, sebgian Kalimantan dan Sumatra,” tandas pria yang juga sebagai Ketua Kampung Jamur Polokarto.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge