0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cerita Buruknya Layanan Bandara di Indonesia

Pemudik padati Bandara (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Saat pertemuan dengan Menteri Perhubungan, berbagai keluhan dilontarkan pengguna transportasi publik. Bahkan, Secretary General Board of Airline Representative (BAR) Indonesia Susie Charma, mengungkapkan PT Angkasa Pura selalu kecolongan dalam pengawasan barang bawaan penumpang.

Susie mengungkapkan, saat itu salah satu penumpang membawa beberapa koper besar, ternyata isinya adalah sejumlah satwa dari Indonesia. Di antaranya 98 jenis ular, empat monyet, satu orang utan dan tiga burung.

“Kejadiannya tanggal 5 Juni penerbangan jurusan Kuwait,” ungkap Susie di Menara Kadin, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (14/11).

Kejadian tersebut terungkap, saat si penumpang nampak panik ketika berada di check-in counter.

“Pas check-in counter, proses bagasi orangnya panik dan keringetan. Lalu petugasnya curiga dan bertanya, kemudian ketahuan isi kopernya,” ungkap Susi.

Selain itu, lima hari kemudian, tepatnya 9 Juni 2014 petugas kembali menemukan upaya penyelundupan satwa milik Indonesia. Kini, terjadi pada maskapai Malaysia Airline MH 724 jurusan CGK-CDG (Paris).

“Di situ kami temukan 24 jenis burung. Ketahuannya saat koper mau dinaikkan ke pesawat,” ungkap Susi.

Saat itu, lanjut dia, oksigen sengaja disediakan di dalam koper untuk menjaga para burung tetap bernafas rupanya habis. Ketahuan ada barang tidak sesui, setelah proses check-in, kemudian barang mau dimasukkan ke bagasi.

“Nah pas koper-koper mau dinaikkan ke pesawat itu, ternyata oksigen yang di dalam koper habis. Lalu burung-burung itu berisik di dalam koper, makanya ketahuan,” kata Susi.

Hal disayangkan dia, lemahnya pengawasan petugas bandara untuk penerbangan internasional. Padahal, kalau penerbangan domestik, aqua dan gunting saja tidak boleh dibawa.

“Ini pengawasannya bagaimana. Padahal sudah melalui dua kali proses screening, tapi ketahuannya pas koper mau dinaikkan ke pesawat dan juga saat proses bagasi,” ucapnya.

Susie membandingkan petugas keamanan di Singapura dan Indonesia.

“Pelayanan itu tidak hanya dengan senyuman. Di Singapura kita lihat itu petugasnya judes-judes. Itu memperlihatkan mereka serius,” katanya.

Mendengar fakta demikian, Jonan berjanji memanggil para direktur pengelola bandara.

“Nanti akan saya panggil Dirut AP 1 dan 2,” katanya. [arr]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge