0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wartawan Minta Polisi Usut Kekerasan Wartawan di Makassar

Aksi tolak kekerasan terhadap wartawan (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Puluhan jurnalis yang tergabung dalam jurnalis Yogyakarta menggelar aksi solidaritas di depan markas Brimob DIY, Jumat (14/11). Mereka menuntut polisi mengusut pelaku kekerasan terhadap wartawan yang terjadi di Makassar sehari sebelumnya.

Para jurnalis mengecam aksi brutal anggota Brimob Makassar terhadap tujuh jurnalis di Makassar yakni Waldy dari Metro TV, Iqbal Lubis dari Koran Tempo, Ikrar Assegaf dari Celebes TV, Asep dari Rakyat Sulsel, Zulkarnain “Aco” dari TV One, Rifki dari Celebes Online, dan Fadly seorang jurnalis media online kampus.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Hendrawan mengatakan aksi represif yang ditunjukan oleh aparat sama saja memberangus dan melawan undang-undang Pers.

“Kami para jurnalis bekerja di bawah perlindungan undang-undang Pers, polisi seharusnya tahu itu, jika tidak tahu, baca sekarang, biar paham apa itu kebebasan pers,” kata Hendrawan.

Hendrawan menuntut pihak kepolisian untuk mengusut kasus tersebut dan mengadili para pelaku kekerasan. Baginya tidak ada alasan untuk berkilah tidak dapat mengetahui siapa pelaku, karena banyak video serta foto yang jelas menunjukkan siapa pelakunya.

“Sudah jelas pelakunya terekam video dan foto, tidak ada alasan untuk mengatakan kesulitan mencari pelaku, bahkan pelaku pun juga sempat diwawancara oleh wartawan,” tegasnya.

Selain menuntut penuntasan kasus, Hendrawan juga mengingat supaya kasus serupa tidak terjadi lagi, terlebih lagi di Yogyakarta. Dalam catatan AJI Yogya, setidaknya ada 30 kasus kekerasan terhadap wartawan yang terjadi setiap tahunnya.

Sementara itu Ketua PWI Jogja Sihono juga menyatakan kecamannya terhadap insiden penganiayaan wartawan di Makassar.

“Polisi itu harusnya menjadi teladan penegakan UU, justru mereka sendiri berbuat hal yang melanggar UU. PWI meminta kasus ini dituntaskan supaya ada efek jera dan kejadian ini tidak terulang lagi,” tegas Sihono.

PWI juga meminta Kepolisian DIY tidak meniru sikap brutal polisi Makassar. Polisi hendaknya mengutamakan cara-cara non kekerasan dalam menangani aksi demonstrasi. [hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge