0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

7 Kecamatan di Wonogiri Rawan Banjir dan Longsor

(Ilustrasi) Banjir melanda sejumlah rumah warga di Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Hampir delapan bulan sudah musim kemarau terjadi, musim penghujan pun sudah tiba. Namun dengan datangnya musim penghujan ini membuat was-was semua pihak dan juga perlu adanya perhatian khusus tanggap darurat bencana. Pemkab Wonogiri dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun sudah memetakan sejumlah wilayah endemik bencana. Selain BPBD juga sudah gencar melakukan sosialisasi tanggap bencana kepada lapisan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Timlo.net dari BPBD Wonogiri, di Wonogiri terdapat sejumlah wilayah yang merupakan wilayah rawan bencana tanah longsor dan banjir. Terdapat tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Selogiri, Pracimantoro, Giriwoyo, Tirtomoyo, Jatiroto, Manyaran dan Kismantoro. Untuk itulah, perlunya kewaspadaan bagi semua kalangan khususnya warga masyarakat sendiri.

Adapun tiga kecamatan endemik tanah longsor yakni Kecamatan Jatiroto, Manyaran, Kismantoro ,lalu empat kecamatan sisanya merupakan wilayah endemik bencana banjir yang meliputi Kecamatan Selogiri, Pracimantoro, Giriwoyo dan Tirtomoyo.

Menurut Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Wonogiri Muhammad Ainur Ridho, Jumat (14/11) saat dijumpai di ruang kerjanya menyebut, tiga kecamatan endemik bencana tanah longsor seringkali terjadi saat musim penghujan tiba. Ditambah lagi dengan pertimbangan lamanya musim kemarau,sehingga dimungkinkan sekali tanah longsor.

Dikatakan, titik rawan longsor yang perlu diwaspadai seperti diwilayah Kecamatan Manyaran tepatnya di Desa Bero,kemudian di Kecamatan Jatiroto titik pantau pada Desa Brenggolo dan Boto. Tak kalah perlunya pengawasan serius juga di Kecamatan Kismantoro yang titik pantau berada di Desa Bugelan,Ngroto,Plosorejo, Pucung dan Lemah Bang.

“Musim penghujan ini membuat pihak kita was-was,pasalnya kemarau ini lumayan panjang,jadi kemungkinan tanah bengkah (retak) itu terjadi,” jelas Ainur Ridho.

Dalam waktu dekat ini, BPBD Wonogiri bakal menggelar sosialisasi dan dengar pendapat dengan empat kecamatan endemik banjir tersebut. “Dengan kesiapsiagaan masyarakat ini saya harap dapat terwujud desa tangguh bencana,” katanya.

Desa Tangguh Bencana dipastikan bergulir pada 2015 mendatang. Masyarakat dituntut untuk membngun kehiduan lemabali atau paling cepat dapat memulihkan diri sendiri.

“Minggu depan ini rencananya kami akan gelar sosialisasi Desa Tangguh Bencana. Program ini merupakan tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat. Pasalnya, masyarakat merupakan penerima dampak langsung dan merespon langsung akan bencana.Maka masyarakat perlu dibekali dalam konteks pemberdayaan agar menjadi tangguh, bukan hanya siap menghadapi bencana tapi menjadi tangguh,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge