0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kematian Ikan di WGM Dimungkinkan Berlanjut

Seorang petani ikan WGM tengah memasukkan bangkai ikan dalam karung untuk dimusnahkan (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Pihak Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakperla) Wonogiri menyatakan, kematian puluhan ton ikan di keramba apung Waduk Gajah Mungkur (WGM), baik milik petani maupun kepunyaan perusahaan disebabkan spekulasi  terlalu berani. Kematian ikan-ikan tersebut diduga akibat dari kekurangan oksigen di saat hujan perdana.

Sebelumnya, Disnakperla Wonogiri sudah memperingatkan kepada para petani agar lebih mewaspadai perubahan musim. Petani diimbau untuk menangguhkan penenebaran benih ikan secara besar-besaran, namun hal itu nampaknya tak digubris para petani ikan keramba apung di WGM.

Kepala Disnakperla Wonogiri Rully Pramonoretno, Jumat(14/11) menegaskan, pihaknya sudah mendapatkan laporan ada ikan mati di keramba apung WGM sejak Minggu(7/11) atau tepatnya pasca hujan perdana.

“Bahkan, jauh-jauh hari kita sudah memberikan imbauan kepada para petani agar tidak menebar benih ikan secara besar-besaran mengingat kondisi cuaca tidak memungkinkan. Sejak Minggu(7/11) kita sudah dapat laporan akan adanya kematian ikan yang mencapai 7-8 ton. Jadi kalau ditotal mulai Minggu sampai dengan Kamis kemarin total ikan milik petani saja hampir mencapai 40 ton, dan untuk pihak swasta dalam hal ini PT Aqua Farm kami tidak memantau,” jelas Rully

Menurutnya, kondisi  seperti omo dialami petani setiap tahun menjelang pergantian musim.Dimana kadar zat asam pada air masih tinggi, selain itu air nya pun masih bercampur dengan lumpur dan kotoran lainnya, sehingga kandungan oksigennya pun juga rendah.

“Mereka bilang spekulasi atau untung-untungan. Memang angka kematian ikan saat ini sangat tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya berkisar pada 2-3 ton perharinya,” katanya.

Ditambahkaa, kematian ikan milik petani di keramba apung WGM dimungkinkan masih akan terus berlanjut. Pasalnya kondisi air WGM sendiri hingga saat ini belum normal.

“Sampai kapan kondisi ini (kematian ikan) terjadi? Ya sampai nanti elevasi WGM normal,” katanya sembari mengatakan ikan yang mati rata-rata berusia sekitar 2 bulan dan belum layak untuk dikonsumsi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge