0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Polisi Pukuli Wartawan, Kapolri Minta Maaf

Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Kapolri Jenderal Sutarman meminta maaf atas insiden kekerasan terhadap wartawan oleh aparat kepolisian di Makassar, Kamis (13/11) kemarin. Sutarman mengakui personelnya melakukan tindakan salah saat memukul pewarta ketika sedang meliput demonstrasi mahasiswa.

“Saya mohon maaf khususnya kepada awak media,” kata Sutarman kepada awak media usai acara HUT Korps Brimob di Mako Brimob Polri Kelapa Dua, Depok, Jumat (14/11).

Sutarman mengatakan tindakan kekerasan itu tidak dibenarkan. Oleh karena itu Jenderal bintang empat itu tanpa rasa canggung kembali meminta maaf kepada seluruh awak media khususnya para pewarta yang menjadi korban dalam insiden itu.

“Itu tidak dibenarkan. Sekali lagi saya minta maaf,” katanya.

Sebelumnya, tiga pewarta dari berbagai media massa dianiaya anggota polisi ketika meliput aksi unjuk rasa menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak di Universitas Negeri Makassar.

Korban dari pihak jurnalis yang mengalami tindak kekerasan dari oknum polisi saat meliput. Di antaranya Iqbal (Tempo), Waldy (Metro TV) dan Ikrar (Celebes TV). Bahkan, menurut beberapa pewarta lain, anggota polisi memaksa merebut kartu penyimpan data (memory card) kamera mereka.

Akibat tindakan represif yang dilakukan polisi itu, pelaku media yang tergabung dalam berbagai organisasi pers di antaranya Perhimpunan Jurnalis Indonesia Sulawesi Selatan, Aliansi Jurnalis Indonesia Kota Makassar, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Sulsel, dan Persatuan Wartawan Indonesia Sulsel menggelar aksi keprihatinan sebagai bentuk solidaritas terhadap wartawan yang menjadi korban kekerasan aparat kepolisian.

Berkaitan dengan hal tersebut, mereka juga mendesak agar pucuk pimpinan Polri maupun Polda Sulsel Barat dapat memberikan sanksi maupun teguran keras terhadap polisi yang melakukan tindakan represif terhadap wartawan.

“Tindakan polisi ini sudah melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers di mana dalam menjalankan tugas jurnalistiknya wartawan dilindungi undang-undang,” kata Ketua Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Jumadi Mappanganro.[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge