0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Main Kapal-kapalan, Bocah TK Hanyut di Bengawan Solo

Kondisi korban Nopan Tio Satriyo Nugroho (5) setelah hanyut di Bengawan solo, Kamis (13/11) ()

Sragen – Warga Dukuh Driyan RT 4, Desa Gentan Banaran, Kecamatan Plupuh, Sragen pada Kamis (13/11) pagi sekira pukul 05.30, digegerkan meninggalnya seorang anak laki-laki warga setempat lantaran hanyut di bantaran Sungai Bengawan Solo. Korban Nopan Tio Satriyo Nugroho (5), siswa taman kanak-kanak (TK) itu diperkirakan hanyut sejak Rabu (12/11) sore.

Sejumlah saksi menyatakan, sebelum korban ditemukan meninggal keesokan harinya, pada Rabu sore, dia masih terlihat bermain bersama kawan-kawannya di bantaran Sungai Bengawan Solo. Korban bermain kapal-kapalan. Diduga saat itu korban tidak hati-hati dan akhirnya terpeleset jatuh ke Bengawan Solo, sehingga terhanyut.

Mengetahui kejadian itu, kawan-kawan korban bukannya berteriak minta tolong, namun malah melarikan diri dan tidak menceritakan ke orang tua masing-masing. Barulah pada Kamis pagi korban Nopan Tio Satriyo Nugroho, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa oleh tim SAR.

“Setelah dicari-cari keluarganya tidak ketemu, perangkat desa menghubungi Polsek dan tim SAR untuk mencari dan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Setelah dilakukan pencarian, korban ketemu pagi ini pada pukul 05 30 WIB oleh tim SAR,” kata Kapolsek Plupuh AKP Sudira mewakili Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge