0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Regenerasi Wayang Orang Tanggung Jawab Siapa?

Pentas Wayang Orang 'Sumpah Abimanyu'. (Dok.Timlo.net/ Heru Murdhani.)

Solo – Radio Republik Indonesia (RRI) Solo menggelar sarasehan sehari bertema “Regenerasi Wayang Orang Tanggung Jawab Siapa?” di gedung Sarsito Mangoenkoesoemo RRI Solo, Kamis (13/11) siang. Sarasehan ini merupakan rangkaian acara Wayang Orang Seribu Bintang (WOSBI) dibuka hari ini.

Dalam sarasehan diikuti ratusan orang dari puluhan kelompok wayang orang di seluruh daerah di Jawa ini, pemrakarsa WOSBI, Nanik Soedarsono, mengungkapkan regenerasi wayang orang merupakan tanggung jawab masyarakat wayang itu sendiri. Kehidupan wayang orang memerlukan penyegaran dalam menghadapi gempuran arus modernisme.

Menurutnya guna menghadapi tantangan zaman semakin maju perlu disikapi para pelaku wayang dengan semakin kreatif, rekreatif dan kemasan disesuaikan perkembangan (kontekstual).

Selain itu, perlunya wayang orang memiliki wadah berupa lembaga untuk menggalang persatuan dan kesatuan lembaga-lembaga wayang di Indonesia.

Persatuan wayang ini perlu dibentuk supaya kelompok-kelompok wayang di tingkat bawah memiliki visi dan misi sama dalam pandangan. Selain itu, pengorganisasian ini bisa mempermudah jika hendak bermitra dengan pemerintah maupun swasta.

“WOSBI ini bisa dijadikan sebagai embrio lembaga perwayangan nasional tersebut,” katanya kepada peserta sarasehan.

Sementara pembicara kedua, Wahyu Santosa Wibawa lebih mengedepankan bagaimana suatu kelompok mengelola dan meregenerasi kelompok itu hingga tidak punah ditelan zaman. Dirinya menyampaikan proses regenerasi telah dilakukan kelompok-kelompok secara mandiri selama bertahun-tahun, namun selama ini baru sebatas pada kebutuhan kelompok atas pemain-pemain baru.

Menurutnya perlu ada komunikasi antarkelompok wayang, disertai dengan mengadakan pelatihan dan penataran secara berkelanjutan, termasuk pemberian materi-materi. Hal itu juga harus dibarengi dengan pemberian kepercayaan kepada kaum muda untuk memotivasi munculnya bintang-bintang baru dalam pertunjukan wayang orang.

Sementara pembicara lain, Ardus M Sawega, menyoroti kontribusi seniman lahir dari jenjang pendidikan formal terhadap perkembangan wayang orang. Kebutuhan kelompok wayang atas regenerasi memang sangat mendesak, di sisi lain bibit-bibit baru kualitasnya relatif kurang.

Ardus juga menekankan, regenerasi wayang orang seharusnya tidak sebatas pada pelaku, namun juga pada penonton atau penikmat wayang orang sebagai salah satu pendukung. Kurator di Balai Soedjatmoko ini mengungkapkan, penonton membutuhkan transformasi wayang orang sesuai pola pikir masyarakat modern, namun tidak meninggalkan ikon-ikon kultural dalam penyajiannya.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge