0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Solo Dianggarkan Rp 7 Miliar, KPU: Tak Masuk Akal

Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tetap bersikukuh mengalokasikan anggaran untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) Solo dalam APBD 2015 sebesar Rp 8,5 miliar. Hingga Rancangan APBD 2015 ditetapkan Kamis (13/10) sore,
anggaran Pilkada tersebut tidak mengalami perubahan.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo mengajukan anggaran Pilkada Ro 18,8 miliar. Anggaran itu kemudian dirasionalisasi menjadi Rp 14 miliar. Namun ternyata, anggaran Pilkada hanya dicantumkan Rp 8,5 miliar. Perinciannya, KPU Rp 7 miliar, Panwaslu Rp 1 miliar dan pengamanan TNI/Polri Rp 500 juta.

Dengan kondisi itu, Ketua KPU Solo Agus Sulistyo, Kamis (13/10) pagi menemui Ketua DPRD Solo Teguh Prakosa. Agus berharap anggaran Pilkada bisa dinaikkan sebelum APBD 2015 ditetapkan siang harinya.

Ditemui usai menerima Agus, Teguh mengatakan Pemkot hanya mengalokasikan anggaran Rp 7 miliar untuk KPU lantaran meyakini anggaran itu cukup untuk menjalankan tahapan Pilkada 2015. Sisa anggaran nantinya akan diberikan di APBD
Perubahan 2015.

“Angkanya nanti tetap utuh Rp 16 miliar tetapi untuk dua kali penganggaran. Nanti di APBD P 2015 akan kita anggarakan kekurangannya sekitar Rp 9 miliar,” katanya.

Teguh mengakui angka Rp 7 miliar yang dipasang di APBD 2015 tidak dikomunikasikan dengan KPU Solo. “Yang memperkirakan kebutuhan Rp 7 miliar itu memang TAPD-nya.  Ya nanti mungkin honor-honor petugas nanti bisa dibayar di belakang,” terangnya.

Sementara, Agus Sulistyo mengatakan anggaran Rp 7 miliar untuk Pilkada jelas tidak cukup dan tidak masuk akal. “Kalau yang terjadi seperti itu,  jelas tidak masuk akal. Hari H saja, kebutuhan kemarin sudah Rp 5 miliar, berkaca pada Pileg lalu. Sementara kita dikasih Rp 7 miliar. Belum lagi ada tahapan-tahapan lain,” ungkapnya.

Agus menegaskan, anggaran Rp 7 miliar jelas tidak cukup. Namun, dengan hanya dianggarkan Rp 7 miliar, pihaknya akan memanfaatkan anggaran tersebut secukupnya.

“Berapapaun akan kami manfaatkan sak cukupe, sak nyandake. Kalau nggak cukup ya kita pikir lagi solusi selanjutnya,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge