0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

2015, Wonogiri akan Terapkan Zonasi PBB

Kepala DPPKAD Wonogiri, Haryono ()

Wonogiri — Tahun 2015 mendatang, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Wonogiri bakal menerapkan sistem zonasi dalam upaya pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dengan pola semacam itu diharapkan mampu mendongkrak pemasukan PBB yang selama ini gagal mencapi target. Namun wacana tersebut masih perlu dilakukan koordinasi dengan eksekutif maupun legislatif serta perlunya kajian ulang.

“Jika menggunakan  sistem zona, income PBB kita prediksi akan naik sekitar Rp 900 juta lebih, tapi itu baru rencana,” ujar Kepala DPPKAD Wonogiri Haryono saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (13/11).

Diakui, mulai tahun 2014 ini penarikan PBB telah diserahterimakan pihak pemerintah pusat kepada Pemkab/kota. Sampai hingga jatuh tempo akhir September lalu, angka pemasukan PBB yang direncanakan Rp 12 miliar baru tercapai sekitar 87 persen.

“Makanya dengan inovasi pembagian zona yang melibatkan 48 desa/kelurahan se- Wonogiri sebagai uji coba kita berharap pemasukan pajak meningkat,” terang Haryono didampingi Kepala Bidang (Kabid) PBB dan BPHTB Surip Suripto.

Disebutkan, penarikan PBB selama ini selalu di bawah target lantaran taksiran NJOP (nilai jual objek pajak) PBB tidak sesuai harga pasaran di lapangan. Dia pun mengambil contoh, harga tanah di sekitar kantornya umumnya sudah Rp 1 hingga 1,5 juta per M2 namun angka NJOP masih di bawah Rp 100.000 per M2.

Di bagian lain diakui Haryono, penarikan PBB oleh Pemkab tingkat kepatuhan desa/kelurahan maupun camat di daerahnya meningkat. Soalnya, ujar Haryono, tahun 2013 lalu saat masih ditangani pusat melalui KPP Pratama Klaten, ada  178 desa/kelurahan yang lunas sebelum jatuh tempo namun begitu ditangani Pemkab ada 220 desa/kelurahan yang lunas sebelum jatuh tempo.

“Kalau dihitung kecamatan tahun lalu hanya 5  yang lunas sebelum jatuh tempo, untuk tahun 2014 ini ada 8 kecamatan,yakni Kecamatan Jatiroto, Karangtengah, Baturetno, Paranggupito, Jatipurno, Nguntoronadi, Purwantoro, dan Eromoko,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge