0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tersangka Kasus BKK Karanganyar Terancam 20 Tahun Penjara

Foto: Kapolres Karanganyar AKBP Martireni Narmadiana memeriksa barang bukti kasus BKK Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Delapan tersangka yang ditetapkan jajaran Polres Karanganyar dalam kasus penyimpangan penyewaan mobil rental di Perusahaan Daerah (PD) Badan Kredit Kecamatan (BKK) Karanganyar terancam hukuman penjara selama 20 tahun. Kasus dengan kerugian negara senilai Rp3 miliar tersebut segera dilimpahkan ke meja persidangan usai audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng kelar akhir November ini.

Kapolres Karanganyar AKBP Martireni Narmadiana mengatakan pihaknya sudah melakukan penyelidikan kasus BKK Karanganyar sejak 20 Februari 2014. Mulai 11 Agustus 2014, status kasus tersebut meningkat menjadi penyidikan. Semula, polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus itu, yakni Direktur Utama (Dirut) BKK Karanganyar (Mns) dan Bagian Keuangan BKK Karanganyar (Stn). Total saksi yang sudah diperiksa dalam kasus itu mencapai 40 orang. Hal itu sudah termasuk tiga saksi ahli.

“Semula memang hanya 2 tersangka, namun dalam perkembangannya bertambah menjadi 8. Enam tersangka lainnya merupakan pimpinan cabang,” terangnya.

Keenam tersangka tersebut berinisial Hh, Sh, Ep, Ht, Dy dan Rw. Mereka merupakan Pincab dari Mojogedang, Jatipuro, Kerjo, Kebakkramat, Gondangrejo dan Karanganyar Kota. Polisi juga sudah melakukan penggeledahan sejumlah berkas di kantor BKK Karanganyar dan di kantor cabang Karanganyar Kota. Hasilnya, aparat kepolisian menyita beberapa barang bukti seperti enam unit mobil Toyota New Avanza 1.3 G M/T tahun 2012 warna putih, sejumlah dokumen kredit dan uang tunai Rp 10,2 juta.

“Kami tinggal menunggu laporan resmi dari BPKP. Kemungkinan besar, akhir bulan ini turun. Para tersangka kami jerat dengan undang-undang (UU) Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar,” tegas Kapolres Karanganyar, AKBP Martireni Narmadiana.

AKBP Martireni menyebutkan, pasal yang dikenakan para tersangka berbeda satu sama lain. Mn dan St diduga melanggar Pasal 3 subsider Pasal 4 jo Pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 KUHP.  Sementara, Hh diduga melanggar pasal 3 subsider Pasal  4 jo Pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 jo Pasal 55, 56 dan 65 KUHP.

“Untuk Pincab selain Hh [Sh, Ep, Ht, Dy dan Rw] diduga melanggar Pasal 3 subsider Pasal 4 jo Pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 jo Pasal 55 dan 65 KUHP,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge