0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

LPG Bersubsidi Wonogiri Disinyalir Salah Peruntukan

Gas LPG 3 Kg (dok.timlo.net/red)

Wonogiri — Dari hasil tim pengawasan distribusi LPG 3 Kg di Kabupaten Wonogiri yang dilakukan selama enam hari di beberapa titik pantau menyebutkan, adanya indikasi penggunaan LPG  3 Kg tidak sesuai dengan peruntukannya.

Sementara itu pihak dinas terkait pun mengimbau agar masyarakat mematuhi peruntukannya. Pasalnya LPG 3 Kg tersebut bersubsidi dan sudah jelas diatur oleh undang-undang.

Pantauan yang dilakukan tim pengawasan dari Dinas  Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (Disperindagkop UMKM) Wonogiri menyasar pada sejumlah SPBE, agen LPG 3 Kg, pangkalan, pengecer dan konsumen yang tersebar di wilayah Wonogiri.

Tim pengawasan melakukan pantauan mulai dari Kecamatan Ngadirojo, Tirtomoyo, Baturetno, Purwantoro dan Wuryantoro. Pantauan tersebut digelar selama enam hari, 4 – 11 November menyisir di enam agen yang ada di Wonogiri, dan hasilnya ternyata para agen tersebut sudah melaksanakan kewajiban dan tugasnya sesuai peraturan dan perundang-undangan.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindagkop UMKM Wonogiri Wahyu Widayati saat dikonfirmasi Timlo.net menegaskan, secara umum di lapangan tidak ada kendala.

“Dari hasil pantauan kami, semua berjalan lancar. Semua pihak mematuhi aturan yang ada. Di tingkat agen harga LPG 3 Kg sebesar Rp 13.500/tabung. Kemudian untuk pangkalan antara Rp 14.500 sampai dengan Rp 15.000 pertabungnya, sedangkan harga pada tingkat konsumen saat ini mencapai antara Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu pertabungnya,”ungkap Wahyu, Kamis (13/11).

Diakui, di lapangan pihaknya mensinyalir peruntukan LPG 3 Kg bersubsidi yang tidak sesuai peruntukannya. Namun pihaknya tidak mau banyak komentar. Ia hanya mengatakan bahwa tim yang ia komandoi itu dalam pantauan yang dihelatnya menemukan indikasi penyalahgunaan LPG subsidi itu, yakni untuk restoran dan pompa air.

“Memang ada di Kecamatan Purwantoro yang menggunakan LPG 3 Kg untuk pompa air. Itu kan jelas tidak sesuai peruntukannya,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Disperindagkop UMKM Wonogiri Guruh Santosa menegaskan, adanya indikasi panyalahgunaan LPG 3  Kg. Akan tetapi pihaknya tidak hanya bersifat mengimbau saja dan tidak berani mengambil tindakan.

“Sifatnya kami hanya mengimbau saja, itu kan hanya pantauan kami. Agar masyarakat menggunakan LPG bersubsidi sesuai dengan tuntutan peruntukannya,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge