0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KPK Waspadai Jual Rugi Bank Mutiara

Bank Mutiara (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Rencana penjualan Bank Mutiara kepada lembaga investasi asal Jepang, J Trus Co Ltd dengan harga Rp 5,2 triliun memancing kritik. Sebab, negara diketahui mesti memikul kerugian bila lembaga perbankan dahulu bernama Bank Century itu hanya laku dengan harga disepakati oleh pemodal dari Negeri Sakura itu.

Salah satu pihak menyoroti proses jual beli itu adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, lembaga penegak hukum itu menyatakan masih mengusut perkara korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Apalagi negara sampai harus menyuntikkan dana hingga Rp 8,1 triliun buat menyelamatkan bank itu.

Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas, menyatakan lembaganya mewaspadai proses jual beli Bank Mutiara dianggap dijual rugi. Sebab menurut dia, lembaga antikorupsi itu siap mengusut bila memang ditemukan indikasi penyimpangan dan merugikan keuangan negara.

“Itu menarik sekali karena kasus utamanya Bank Century sudah ada putusan. Kemudian kaitan dengan Bank Mutiara yang dijual dengan harga yang intervalnya tidak sebesar itu, menunjukkan adanya indikasi proses-proses yang menarik untuk kemudian didalami. Ini bisa melalui pengembangan penyidikan di kasus Century,” kata Busyro kepada awak media di Hotel Mercury, Ancol, Jakarta, Rabu (12/11).

Menurut Busyro, titik utama perhatian KPK adalah soal rentang harga jual dengan modal digelontorkan negara buat Bank Mutiara. Dia melanjutkan, dari perbedaan itu bakal diusut apakah dalam transaksi terjadi kesepakatan menyimpang dan timbal balik (kickback) bagi pejabat tertentu. Sebab dia mengakui, harga jual Bank Mutiara menjadi masalah bila dibandingkan dengan kerugian negara. Maka dari itu dia mengharapkan supaya proses penjualan ini tidak main-main dan harus diperhitungkan untung ruginya.

“Justru seperti itu. Pasti ada unsur kerugian keuangan. Jadi pejabat yang menerima kickback dan dengan kickback itu ada kerugian keuangan negara atau perekonomian negara, kami masuk pada pasal dua atau tiga,” lanjut Busyro.

Meski demikian, lanjut Busyro, KPK tidak bertindak serampangan. Dia mengaku menunggu lebih dulu laporan Otoritas Jasa Keuangan dan Badan Pemeriksa Keuangan soal penjualan Bank Mutiara itu.

“Nanti kita lihat dulu hasil OJK dan juga BPK. KPK belum sampai ke sana,” ucap Busyro. [gib]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge