0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkab Sragen Sangsikan Data Kemiskinan Versi TNP2K

(Ilustrasi) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) (dok.timlo.net)

Sragen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menyangsikan akurasi data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Pasalnya, lembaga dipimpin wakil presiden sejak era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tak sepenuhnya menyasar warga miskin di Sragen.

Hal itu diungkapkan Kepala Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Sragen, Suyadi, terkait penerima kartu sakti Presiden Joko Widodo (Jokowi), terdiri atas Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KPP) serta Kartu Keluarga Sejahtera (KSS) diluncurkan belum lama ini.

Suyadi mengatakan, semestinya sebelum peluncuran tiga kartu sakti itu terlebih dulu dilakukan pendataan ulang terhadap para calon penerima. Hal itu dikarenakan data warga miskin selalu berubah-ubah dari tahun ke tahun.

“Kalau itu menggunakan data beberapa tahun lalu, sebaiknya melalui pendataan ulang dulu. Saya sangsi penerima itu tepat sasaran,” jelasnya, belum lama ini.

Suyadi menambahkan, selama ini masih ada warga miskin tidak menerima bantuan dari program penanggulangan kemiskinan dikeluarkan pemerintah. Pemkab Sragen sendiri juga mempunyai program penanggulangan dengan meluncurkan Kartu Saraswati.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge