0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SBSI: Kenaikan Harga BBM Sengsarakan Buruh

Sejumlah butuh yang gagal hearing dengan anggota DPRD Sukoharjo (dok.timlo.net/putra kurniawan)
Sukoharjo — Kebijakan pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi pada akhir tahun 2014 ini dinilai semakin menyengsarakan kaum buruh. Hal ini dikarenakan usulan UMK diajukan dengan indicator Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebelum harga BBM naik.
Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Sukoharjo Selamet Riyadi mengatakan, dampak kenaikan harga BBM bersubsidi bagi kaum buruh bisa mengakibatkan kebutuhan hidup tidak terpenuhi. Ini kemungkinan besar terjadi jika tidak ada perubahan usulan UMK dari Bupati kepada Gubernur sebelum disahkan UMK pada akhirbulan November ini.

“Ya, dampaknya tadi daya beli riel nya tidak bisa memenuhi kebtuhan hidup, soalnya harga BBM naik, harga barang juga naik sedangkan upah buruh tidak naik, sehingga kami meminta  kepada bupati untuk mengusulkan tambahan sebesar dua puluh persen  dari yang sudah disulkan ke gubernur,” ungkap Selamet Riyadi, di Sukoharjo, Rabu (12/11).

Dijelaskan, sebelumnya SBSI sudah memberi masukan dan mengusulkan untuk upah buruh yang masih lajang idealnya Rp 1,5 juta, tapi tidak disepakati. Padahal untuk biaya makan, kos, transportasi dan lain-lainnya dengan harga sekarang tidak cukup dengan UMK yang sekarang.

Kehidupan para buruh akan semakin menderita ketika pemerintah akhirnya menaikan harga BBM pada akhir tahun ini. Sedangkan UMK disahkan sebelum kenaikan harga BBM, dengan indicator KHL sebelum subsidi BBM dicabut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge