0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cucu Bunuh Nenek, Reka Ulang Batal Digelar

Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono (Timlo.net - Nanin)
Boyolali — Rencana polisi menggelar reka ulang kasus pembunuhan Ngatiyem (70), yang dilakukan oleh cucunya sendiri, Riswanto (24), batal digelar. Polisi kini masih terus melakukan penyidikan terhadap tersangka.
Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kapolsek Wonosegoro AKP Joko Widodo dan Kanit Reskrim Aiptu Sutriyono mengatakan, reka ulang batal digelar karena masih menunggu dari pihak kejaksaan. Selain itu juga menunggu hasil otopsi jenazah korban.

“Rekonstruksi  tidak jadi dilaksanakan hari ini,rencananya setelah hasil otopsi jenazah korban,” katanya, Rabu (12/11).

Pembongkaran makam almarhumah untuk dilakukan otopsi, jelas dia, rencananya akan dilaksanakan Sabtu (15/11). Polsek Wonosegoro sudah berkoordinasi dengan dokter di RSUD Dr Moewardi Solo untuk keperluan otopsi jenazah korban. Otopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian nenek warga Dukuh Seling RT 02/01 Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro itu.

“Otopsi rencananya akan dilaksanakan Sabtu (15/11) mendatang,” jelasnya.

Di sisi lain,pihak keluarga korban menyatakan tidak mempermasalahkan bila makam Ngatiyem dibongkar untuk kepentingan otopsi jenazahnya.  “Tidak apa-apa dibongkar, biar semua jelas,” kata Sutinem (48), anak bungsu korban.

Kasus pembunuhan yang terjadi pada Jumat (7/11) dinihari itu kini masih menjadi buah bibir warga setempat. Mereka tak mengira, cucu yang diasuh sejak berumur empat tahun itu justru tega membunuh neneknya. Tersangka bahkan mengaku sudah tiga kali hendak membunuh korban dengan meracuni, namun gagal. Tersangka tega membunuh neneknya hanya karena ingin menguasai tanah dan warisan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge