0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bus Hantam Trailer, Sejumlah Penumpang Luka

Bus PO Langsung Jaya remuk setelah menghantam truk trailer di depan RSUD Banyudono (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Kecelakaan terjadi di ruas jalan raya Solo-Semarang, tepatnya di depan RSU Banyudono, Boyolali, Rabu (12/11). Sebuah bus malam menabrak trailer peti kemas yang sedang berhenti karena ban kempis. Sejumlah penumpang mengalami
luka ringan dalam musibah kecelakaan tersebut. Sementara bus mengalami rusak berat di bagian depan.

Kecelakaan berawal saat trailer H-1941-AF yang dikemudikan Andreas Widodo (31) warga Ujungsari, Bandarharjo, Semarang sedang berhenti karena ban kempes. Sayangnya, sopir tidak memasang rambu hati- hati atau segitiga pengaman. Mendadak, dari arah belakang melaju bus malam PO Langsung Jaya Nopol AD-1603-AF yang dikemudikan Sutardi (62) warga Nanggulan, Salatiga.

Sang sopir bus terkejut dan berusaha menghindar namun karena jarak terlalu dekat, tabrakanpun tidak bisa dihindari. Moncong bus pun hancur menabrak bagian belakang trailer peti kemas.

Tiga orang mengalami luka sedang maupun ringan. Yaitu, kenek bus malam PO Langsung Jaya, Totok yang mengalami luka di bagian kaki kiri serta penumpang bus, Parjiyono warga Sidomulyo, Klaten dan Samsul warga  Dawung, Karanganyar.

Menurut keterangan saksi mata, Wuryanto (31) warga Pilangan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, laju bus terlihat oleng sejak melintas depan Terminal Bus Sunggingan, Boyolali. Bahkan bus hampir menabrak pikap pengangkut sayur.

“Saya tahu persis kejadiannya karena kebetulan saya naik motor di belakang bus tersebut. Bahkan, badan saya juga nyeri kesenggol bagian bodi bus,” katanya.

Sopir trailer peti kemas, Andreas Widodo tidak menyangka bakal terlibat kecelakaan. Dia mengungkapkan, terpaksa berhenti karena ban kempes. Dirinya menunggu teman yang melintas untuk meminjam ban serep. “Kebetulan, ban serep milik saya sudah terpakai semua,” kata Andreas.

Sedangkan sopir bus, Sutardi membantah laju busnya oleng. Dia mengaku, kondisi bus laik jalan dan tidak ada masalah.  “Saya juga tidak mengantuk karena baru saja menggantikan posisi sopir di wilayah Weleri. Saya hanya kaget, di depan saya ada trailer berhenti,” katanya.

Terpisah, Kanit Laka Satlantas Polres Boyolali, Aiptu S Widodo menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki sebab- sebab kecelakaan. Dugaan sementara kecelakan disebabkan kurang hati- hatinya sopir bus maupun sopir trailer yang tidak memasang segitiga pengaman.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge