0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wayang Orang Seribu Bintang Diawali dengan Sarasehan

Anak-anak dari Sanggar Galuh Art, Malabar Selatan, Mojosongo, Jebres, Solo sebelum tampil dalam Festival Wayang Bocah di Gedung Wayang Orang Sriwedari, (dok.timlo.net/marhaendra)

Solo – Wayang Orang Seribu Bintang (WOSBI) akan kembali digelar di auditorium Sarsito Mangoenkoesoemo, Radio Republik Indonesia (RRI) Solo, 13- 16 November 2014. Kamunitas pecinta dan pelestari wayang orang dari seluruh Jawa akan beradu kebolehan mereka memainkan karakter wayang orang dalam repertoar ini.

Ditemui di ruang kerjanya, Ketua panitia WOSBI 2014, Ali Marsudi menyatakan, penyelenggaraan pertunjukan komunal ini didasarkan atas keresahan bersama tentang kondisi kelompok maupun kondisi Wayang  Orang itu sendiri di seluruh Indonesia. Wayang orang yang berkembang di seluruh Indonesia semakin tergerus dengan budaya lain, sehingga muncul kegelisahan dikalangan para pelakunya.

“Semua anak wayang adalah saudara, juga antar kelompok wayang yang tersebar di kota-kota lain di Indonesia. Semuanya memiliki tanggung jawab atas kelestarian dan eksistensi wayang dari masa ke masa. Hal itu menyangkut pelaksanaan regenerasi pelaku wayang maupun eksistensi pertunjukan wayang di seluruh Indonesia,” ungkapnya, Rabu (13/11)

Menurut Ali, salah satu hal yang bisa menjaga eksistensi itu adalah adanya komunikasi sesama pelaku seni wayang orang, baik secara internal kelompok maupun eksternal. Komunikasi antar kelompok harus ditingkatkan guna mengetahui perkembangan dan kendala yang dihadapi wayang orang dalam era modern.

“WOSBI 2014 ini merupakan salah satu wujud komunikasi tersebut. Kegiatan ini untuk mewadahi kiprah dan gairah dalam wayang orang agar tetap terjaga, sehingga kelangsungan hidup Wayang Orang bisa lestari,” paparnya.

Sebelum repertoar wayang orang digelar, Kamis ( 13/11)  diawali dengan sarasehan tentang regenerasi wayang orang,
yang akan menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi yakni Prof Dr Endang Caturwati, Ardus M Sawega, dan Teguh “Kenthus” Ampiranto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge