0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keringat Berbau Sedap Bisa Usir Nyamuk

Pemberantasan sarang nyamuk (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Timlo.net—Salah satu hal yang menjadi pertanyaan oleh sebagian masyarakat adalah kenapa serangga seperti nyamuk cenderung memilih beberapa orang dibandingkan orang lain. Jawaban pasti untuk pertanyaan ini susah ditemukan.

Tapi sekarang para ilmuwan menemukan kunci perbedaan dalam bau tubuh yang diproduksi manusia yang membuat beberapa rawan digigit serangga, sementara yang lain kebal dari gigitan tersebut. Mereka yang hanya memproduksi sedikit keringat berbau buah, rawan terkena gigitan serangga seperti nyamuk.

Senyawa yang menghasilkan bau buah pada keringat manusia dikenal sebagai ketones, bisa mengusir nyamuk. Manusia yang memproduksi senyawa ini jarang digigit nyamuk. Para ilmuwan ini sedang mengembangkan pengusir nyamuk baru untuk manusia yang tidak menghasilkan senyawa ketones.

Uji coba yang dilakukan di Kenya dan Brazil, di mana nyamuk bisa menyebarkan malaria dan demam kuning, terbukti sangat efektif. Mereka juga menemukan bahwa zat-zat kimia itu efektif melawan kutu dan nyamuk Skotlandia.

Dr. James Logan, peneliti dari Rothamsted Research, institut penelitian yang dibiayai pemerintah berkata: “Nyamuk bisa mendeteksi serangkaian zat kimia berbeda dan mendeteksi zat itu untuk mengenali apakah sebuah obyek itu manusia. Semakin tinggi kadar ketone, nyamuk mengira bahwa bau itu bukan bau manusia. Bisa jadi bahwa zat kimia ini membawa sebuah pesan tentang bahwa manusia yang memproduksinya terlihat tidak menarik bagi nyamuk.”

“Kami telah menguji zat kimia ini di kulit untuk melihat seberapa efektifnya zat itu sebagai pengusir serangga dan hasilnya adalah mereka efektif digunakan melawan spesies nyamuk yang beragam termasuk nyamuk Culex,” tambahnya.

Dr. Logan, dengan rekan-rekannya di Aberdeen University, menganalisa bau tubuh yang dihasilkan oleh sekelompok relawan yang kebal terhadap nyamuk dan membandingkan bau tubuh mereka dengan orang yang menarik perhatian nyamuk.

Para relawan diminta untuk mengikuti diet ketat, tidak meminum alkohol dan menghindari menggunakan parfum dan deodorant supaya bau tubuh alami mereka bisa dikumpulkan.

Mereka menemukan lima ketones yang efektif dalam mengusir nyamuk dan saat zat itu disemprotkan pada kulit para relawan yang sering digigit nyamuk, serangga tersebut tidak mendekat.

Sumber: Telegraph.co.uk

Editor : Ranu Ario Kurniawan

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge