0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Teganya Pejabat di Pagaralam, Dana Pembangunan Masjid Dikorupsi

Ilustrasi Uang (dok.timlo.net/red)

Timlo.net – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Pagaralam, Sumsel, Yan Hepta resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana pembangunan masjid tahun anggaran 2013 senilai Rp 5 miliar. Empat tersangka lain juga ditetapkan dengan status sama dalam kasus itu.

Keempat tersangka adalah Hanafi (Kabid Jaminan Sosial Dinsos Pagaralam), Arjoni (PPTK Dinas PU Pagaralam) dan dua pemborong, yakni Afrillah dan Taufik.

Kepala Kejari Pagaralam, Ranu Indra mengungkapkan, penetapan status tersangka terhadap lima orang itu setelah menemukan berbagai kejanggalan dalam tahap penyidikan.

“Kadinsos Pagaralam dan dua PNS lain serta dua pemborong dinyatakan sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan masjid,” ungkap Indra, Selasa (11/11).

Dijelaskan, para tersangka diduga melakukan tindak melawan hukum dengan cara mengorupsi dana pembangunan masjid sebesar Rp 5 miliar dari APBD Pagaralam 2013. Dana itu seharusnya digunakan untuk membangun lima masjid di kabupaten itu.

Kelima masjid dimaksud adalah masjid di Simpang Tanjung Cermin senilai Rp 490 juta, masjid di Dusun Karang Dalo (Rp 490 juta), di Beringin Jaya (Rp 490 juta), di Alun-alun Selatan (Rp 2,1 miliar) dan masjid di Pagaralam Utara (Rp 490 juta).

Dari lima bangunan masjid itu, baru dua di antaranya sudah difungsikan dan sudah diserahkan ke masyarakat, meski pengerjaannya belum sempurna. Sedangkan tiga masjid lain belum rampung dibangun dan kini terbengkalai. Bangunan masjid itu tampak dibangun asal jadi.

Bagian lantai bangunan masjid tidak dicor dan masih merupakan lantai tanah serta sudah ditumbuhi semak belukar. Padahal dana sudah dicairkan seratus persen kepada pihak pemborong dan masa pengerjaannya sudah habis.

“Kelima masjid tersebut adalah satu paket yang seharusnya dikerjakan satu perusahaan saja, akan tetapi pelaksanaannya di lapangan malah dibagi-bagi banyak perusahaan dan kenyataannya di lapangan proyek tersebut sangat amburadul,” tukasnya. [tyo]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge