0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Briket Lokal yang Dipirolisis Gantikan Kokas Impor

(Pidato Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Konversi Energi pada Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret)

Tekonologi pirolisis merupakan salah satu teknologi alternatif yang prospektif dikembangkan. Namun perlu diperhatikan dalam pengembangan teknologi pirolisis yakni perlunya keanekaragaman hayati sebagai sumber bahan bakar padat berupa biomassa yang akan dipirolisis.

Demikian pernyataan Dwi Aries Himawanto dalam pidato pengukuhan sebagai guru besar bidang ilmu konversi energi fakultas teknik Universitas Sebelas Maret, di auditorium UNS, Senin (11/11).

“Disamping itu, diperlukan pemahaman proses degradasi termal dari komponen-komponen utama biomassa, sehingga proses pirolisis dapat dikendalikan,” katanya.

Kebutuhan bahan bakar untuk berbagai keperluan, ujar Dwi Aries, dan proses produksi beberapa industri merupakan hal sangat penting.

“Permasalahan yang mendasar dalam penyediaan bahan bakar adalah kesesuaian antara spesifikasi teknis dan tingkat ekonomi bahan bakar dengan tuntutan kebutuhan pengguna,” ujar dia

Karakteristik pembakaran, sifat ramah lingkungan dan tingkat ekonomisnya bahan baku merupakan beberapa tuntutan kebutuhan pengguna yang harus diperhatikan dalam memilih dan menggunakan bahan bakar.

“Melalui tekonologi pirolisis yang tepat akan diperoleh optimasi antara kekuatan mekanis, karakteristik pembakaran, dampak ke lingkungan dan biaya produksi,” papar Aries.

Pirolisis merupakan proses dekompisi kimia dan termal dari senyawa kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana. Pirolisis didefinisikan sebagai proses degradasi termal dari biomassa dalam kondisi tanpa oksigen, yang memungkinkan terjadinya beberapa jalur konversi termokia sehingga padatan menjadi gas, cair dan padatan.

“Dari serangkaian penelitian, briket kokas lokal yang dipirolisis diharapkan mampu mensubtitusi kokas impor yaitu briket dengan kompisisi 60 persen brezee coke – 40 persen green coke dengan ukuran partikel 40 mesh dan berperekat aspal sebanyak 10 persen dari berat kokas,” pungkas dia

 

 

Editor : Eddy Je Soe

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge