0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jebres Rawan Banjir, DPRD: Cek Pompa dan Pintu Air!

Apel Siaga Banjir di Solo, (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo —¬†Jajaran Komisi II DPRD Solo meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengoptimalkan dan mengecek kesiapan pompa dan pintu air menjelang datangnya musim hujan. Pernyataan itu disampaikan Komisi II menanggapi hasil analisa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPBD) Solo yang menyebutkan Kecamatan Jebres sebagai wilayah yang masuk kawasan merah rawan banjir.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala BPPBD Solo Eko Nugroho mengatakan, kawasan merah rawan banjir di Kecamatan Jebres antara lain Kelurahan Jebres, Pucangsawit, Sewu, Gandekan, Sudiroprajan dan Jagalan.

“Hasil analisa BPBD itu memang benar. Kelurahan Gandekan itu tidak lepas dari genangan jika curah hujan tinggi. Posisi RW 02, RW 05, RW 04 itu di pintu air Demangan. Saat hujan pasti pintu air Demangan ditutup rapat sehingga air menggenang ke lingkungan warga. Jadi, menurut saya, Gandekan saat pasti ada genangan, tetapi warga Gandekan nggak sambat. Genangan itu akan surut beberapa jam,” kata Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno kepada wartawan, Selasa (11/11).

Menurut Sukasno, di kelurahan lain seperti Sudiroprajan, Sewu dan Pucangsawit juga mengalami kondisi serupa. Namun demikian, untuk kelurahan Sewu dan Pucangsawit, korban banjir dipastikan berkurang drastis mengingat sudah banyak warga yang direlokasi.

“Sudah ribuan yang direlokasi, sehingga tinggal genangan-genangan saja. Contoh pintu air Jonasan ditutup akan berdampak pada Kampung Boro, Jagalan. Pasti menggenang. Caranya ya dipompa. Jadi BPBD perlu koodinasi dengan DPU untuk mengecek pompa air di Jonasan, Kampung Ledok, Kampungsewu, Pintu Demangan. Termasuk mengecek kesiapan pompa dan pintu airnya,” jelas dia.

Sementara, Sekretaris Komisi II, Supriyanto menilai kesiapan Pemkot dalam mengantisipasi banjir masih setengah-setengah. Dicontohkannya, desakan normalisasi sungai melalui pengerukan yang sudah disampaikan berkali-kali tidak kunjung dilakukan.

“Yang dilakukan BPBD itu kan insidentil. Tidak ada insfarsktur yang memadai untuk antisipasi banjir. Kalau seperti ini banjir akan berulang-ulang karena penanganan yang stangnan dan parsial,” ungkapnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge